February 3, 2010
Dalam menghadapi dan menjalani momen tertentu, manusia cenderung tampil tidak seperti biasanya. Pada momen ujian, para siswa dan mahasiswa meningkatkan frekuensi belajarnya, bahkan sampai memporsir tenaga. Materi satu buku tebal bisa saja dilahap hanya semalam. Padahal pada hari-hari biasa, belum tentu mereka sanggup melakukannya. Datang ke tempat ujian pun bisa lebih pagi.
Pada bulan suci Ramadhan, secara serempak masyarakat umum tampil lebih shalih. Masjid tampak lebih ramai dan semarak. Shalat Terawih dihadiri banyak jamaah berbagai usia, terutama pada beberapa hari pertama. Zakat, infaq, dan sedekah digalakkan dengan munculnya panitia amil zakat dadakan. Anak-anak sekolahan pun dituntut menunaikan zakatnya di sekolah masing-masing. Tidak mau kalah, stasiun-stasiun tv juga mendesain program mereka menjadi lebih religius. Program yang sudah ada dipermak dengan sedikit bumbu Ramadhan, ditambah lagi dengan beberapa sajian program baru.
Fenomena pertama adalah lumrah. Para pembelajar atau kompetitor juga dituntut mempersiapkan diri lebih keras. Tujuannnya agar nilai tidak jeblok atau hasil pertandingan tidak mengecewakan. Adapun fenomena kedua juga umum terjadi. Memang benar bahwa setiap momen menuntut perubahan dan perbaikan. Namun yang menjadi masalah, bila momen itu berlalu, timbul kecenderungan kembali kepada kebiasaan awal yang nonproduktif. Contohnya kembali malas belajar atau tidak shalih lagi. Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
akhlaq |
Permalink
Posted by rotigedang
January 16, 2010
Amdocs dan Potensi Skandal Telkomsel

telkomsel
Amdocs, sebuah perusahaan yang terlibat dalam tender pengadaan perangkat billing system Telkomsel dikabarkan adalah milik perusahaan asal Israel. Tak mau gegabah, Telkom selaku induk Telkomsel mengaku akan menelisik asal muasal perusahaan tersebut.
“Kita lihat dulu. Perusahaan itu berbasis dimana, kita kan ada peraturan dan segala macam. Ikut aturan saja lah,” ujar Dirut PT Telkom Rinaldi Firmansyah saat berbincang dengan detikINET, Selasa (22/12/2009) sore.
Namun di lain kesempatan, terkait dengan isu-isu tersebut, Menkominfo yang juga mantan Pesiden PKS, Tifatul Sembiring, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mendapatkan klarifikasi dari Kedutaan Besar Amerika Serikat. ”Mereka mengatakan, perusahaan tersebut berasal dari Missouri, AS, dan mereka juga sudah menunjukkan bukti-bukti kepemilikan serta tercatat di bursa saham New York,”ucap Tifatul.
Dia menambahkan, jika memang perusahaan tersebut berasal dari AS, maka tidak akan menjadi masalah untuk ke depannya. ”Artinya ‘kan tadinya ada yang menanyakan asal perusahaan tersebut apakah dari Israel. Setelah kita klarifikasi, ternyata dari AS dan itu tidak menjadi masalah,” pungkas Tifatul. Sebelumnya, pernah beredar isu yang menyebutkan perusahaan tersebut berasal dari Israel yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia.
Sesuai aturan yang berlaku, kerjasama dengan negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik, telah melanggar pasal 21 UU No. 36/1999 tentang Telekomunikasi. UU tersebut secara tegas melarang perusahaan asal negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik agar tidak membuka usaha di Indonesia. Dalam pasal tersebut penyelenggara telekomunikasi dilarang melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan gangguan ketertiban umum, melanggar kesusilaan, dan mengganggu keamanan. Jika ada yang melanggar sanksinya bisa berupa pencabutan izin. Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Artikel |
Permalink
Posted by rotigedang
December 31, 2009

no drug
VIVAnews -
Kamis, 31 Desember 2009, 15:20 WIB
Para peneliti telah menghitung seberapa sering penyanyi atau grup musik dunia mencantumkan beberapa jenis ganja atau obat-obat terlarang dalam lirik lagu-lagu mereka. Dari hasil penghitungan ini ditemukan, remaja yang mendengar lagu-lagu tersebut akan menjadikan lirik tersebut sebagai referensi baru untuk melakukan pendekatan pada obat-obatan terlarang.
Berdasarkan penelitian, semua yang disiarkan atau diputar lewat media bisa dengan mudah diserap oleh anak-anak, dan bisa memberikan pengaruh secara perlahan terhadap perilaku mereka. Terutama anak-anak di usia remaja, mereka sangat mudah dipengaruhi media, mulai dari musik sampai film. Pasalnya, mereka memiliki ciri-ciri kepribadian yang masih berkembang.
Sebuah studi baru meneliti para pengguna ganja yang dikorelasikan dengan musik. Penelitian ini melibatkan sekitar 1.200 siswa SMA di wilayah Pittsburgh, AS. Survey meliputi berbagai pertanyaan tentang informasi demografis, narkoba dan alkohol, nilai agama, dan keterlibatan orang tua. Termasuk dalam survei ada beberapa pertanyaan mendasar tentang kebiasaan mereka mendengarkan musik, dan siapa saja musisi favorit mereka. Read the rest of this entry »
1 Comment |
akhlaq |
Permalink
Posted by rotigedang