Hal ini dapat dimaklumi lantaran saat hari kemenangan tiba, orang tidak lagi mempedulikan lagi asupan makananannya akibat selera yang berlebih saat bersilaturahmi ke berbagai tempat.
Selain itu, waktu yang menjadi tidak tepat saat menyantap makanan yang tidak seimbang serta padatnya aktivitas dapat menurunkan kondisi kesehatan seseorang.
Nah, untuk mencegah agar kondisi tersebut tak menimpa Anda dan mengganggu suasana Lebaran, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Menurut Guru Besar Ilmu Pangan dan Gizi IPB Bogor Prof Dr Ir Ali Khomsan Ms, hal terpenting yang harus dilakukan ialah memasok buah-buahan serta sayuran yang mengandung serat dalam lemari es.
“Selama Lebaran dua-tiga hari pertama identik dengan masakan semisal opor, sambal goreng ati, rendang, dan masakan bersantan lainnya. Tak hanya itu, berbagai makanan camilan dan minuman manis menjadikan nilai asupan berlipat ganda. Agar kesehatan tetap terjaga meski mengonsumsi masakan-masakan tersebut, yang penting keluarga menyediakan buah-buahan serta sayuran sebagai penangkalnya,” papar Prof Ali Khomsan kepada okezone saat dihubungi melalui telepon selulernya.
Kendati sayur-sayuran relatif tidak bertahan lama, namun elemen ini tetap harus tersaji di atas meja. Karena itu, sambung Prof Ali, saat Anda dan keluarga tak ingin repot membuat masakan dari sayuran, lalapan dapat menjadi alternatif pilihan.
“Bagi Anda yang menjadi bagian orang yang tidak bisa makan tanpa sayuran, maka bisa memilih lalapan segar atau wortel dan labu siam yang direbus. Jenis-jenis lalapan ini dapat langsung dinikmati tanpa repot memasaknya,” katanya.
Masih menurut Prof Ali, masakan bersantan dan camilan yang mengandung protein, lemak, dan gula yang tinggi memang selalu menjadi pilihan menggoda. Namun, kebanyakan anggota keluarga enggan berlama-lama mengonsumsi jenis-jenis makanan tersebut, sehingga foodcourt menjadi alternatif yang terbaik. Padahal jenis-jenis masakan di foodcourt umumnya cepat saji dan mengandung lemak yang tinggi.
“Kalau pun foodcourt menjadi pilihan, sebaiknya tetap memilih makanan yang mengandung unsur buah-buahan yang dibuat menjadi jus dan sayuran dalam masakan agar kebutuhan akan serat tetap terpenuhi,” tutur pria ramah ini.
Selain serat yang berasal dari sayur dan buah-buahan, Anda dapat pula memilih alternatif makanan yang mengandung serat lainnya, semisal kacang mede atau kacang asin. Ini dilakukan karena kacang-kacangan merupakan sumber serat yang juga bagus.
Tak hanya kacang-kacangan, alternatif pilihan lainnya dapat diperoleh dari agar-agar instan yang mengandung serat.
“Agar-agar tersebut dapat dipilih terbuat dari ganggang dan rumput laut. Proses penyajiannya pun mudah sehingga bisa memberi kontribusi makanan berserat yang dibutuhkan tubuh,” tandasnya.
Dengan mengutamakan makanan yang mengandung serat, maka masalah gangguan kesehatan setelah Lebaran akan bisa ditekan jumlahnya. (rmd/OK)
Posted by rotigedang
Posted by rotigedang 


Pro Kontra RUU Pornografi terus bergulir. Selasa (23/22) delegasi Forum Umat Islam yang dipimpin oleh Sekjen, KH. Muhammad Al Khaththath mendatangi DPR RI untuk membicarakan soal RUU Pornografi. Para pimpinan ormas yang berjumlah sekitar 40 orang itu diterima oleh Ketua Pansus, Ds. H. Balkan Kaplale dan anggota Pansus, Ali Mochtar Ngabalin. FUI meminta kepada pansus agar kembali kepada rumusan RUU Anti Pornografi dan Pornokasi sesuai fatwa MUI.
Posted by rotigedang 

