Sehat Saat Idul Fitri

September 26, 2008
    Saat Hari Raya tiba, beragam masakan dan pangan yang menggoda selera disajikan di setiap rumah umat muslim. Sehingga bukan hal yang aneh bila saat Lebaran banyak masalah kesehatan yang muncul, terutama masalah gangguan pencernaan, hingga penyakit serius lainnya. 

Hal ini dapat dimaklumi lantaran saat hari kemenangan tiba, orang tidak lagi mempedulikan lagi asupan makananannya akibat selera yang berlebih saat bersilaturahmi ke berbagai tempat.

Selain itu, waktu yang menjadi tidak tepat saat menyantap makanan yang tidak seimbang serta padatnya aktivitas dapat menurunkan kondisi kesehatan seseorang.

Nah, untuk mencegah agar kondisi tersebut tak menimpa Anda dan mengganggu suasana Lebaran, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Menurut Guru Besar Ilmu Pangan dan Gizi IPB Bogor Prof Dr Ir Ali Khomsan Ms, hal terpenting yang harus dilakukan ialah memasok buah-buahan serta sayuran yang mengandung serat dalam lemari es.

“Selama Lebaran dua-tiga hari pertama identik dengan masakan semisal opor, sambal goreng ati, rendang, dan masakan bersantan lainnya. Tak hanya itu, berbagai makanan camilan dan minuman manis menjadikan nilai asupan berlipat ganda. Agar kesehatan tetap terjaga meski mengonsumsi masakan-masakan tersebut, yang penting keluarga menyediakan buah-buahan serta sayuran sebagai penangkalnya,” papar Prof Ali Khomsan kepada okezone saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Kendati sayur-sayuran relatif tidak bertahan lama, namun elemen ini tetap harus tersaji di atas meja. Karena itu, sambung Prof Ali, saat Anda dan keluarga tak ingin repot membuat masakan dari sayuran, lalapan dapat menjadi alternatif pilihan.

“Bagi Anda yang menjadi bagian orang yang tidak bisa makan tanpa sayuran, maka bisa memilih lalapan segar atau wortel dan labu siam yang direbus. Jenis-jenis lalapan ini dapat langsung dinikmati tanpa repot memasaknya,” katanya.

Masih menurut Prof Ali, masakan bersantan dan camilan yang mengandung protein, lemak, dan gula yang tinggi memang selalu menjadi pilihan menggoda. Namun, kebanyakan anggota keluarga enggan berlama-lama mengonsumsi jenis-jenis makanan tersebut, sehingga foodcourt menjadi alternatif yang terbaik. Padahal jenis-jenis masakan di foodcourt umumnya cepat saji dan mengandung lemak yang tinggi.

“Kalau pun foodcourt menjadi pilihan, sebaiknya tetap memilih makanan yang mengandung unsur buah-buahan yang dibuat menjadi jus dan sayuran dalam masakan agar kebutuhan akan serat tetap terpenuhi,” tutur pria ramah ini.

Selain serat yang berasal dari sayur dan buah-buahan, Anda dapat pula memilih alternatif makanan yang mengandung serat lainnya, semisal kacang mede atau kacang asin. Ini dilakukan karena kacang-kacangan merupakan sumber serat yang juga bagus.

Tak hanya kacang-kacangan, alternatif pilihan lainnya dapat diperoleh dari agar-agar instan yang mengandung serat.

“Agar-agar tersebut dapat dipilih terbuat dari ganggang dan rumput laut. Proses penyajiannya pun mudah sehingga bisa memberi kontribusi makanan berserat yang dibutuhkan tubuh,” tandasnya.

Dengan mengutamakan makanan yang mengandung serat, maka masalah gangguan kesehatan setelah Lebaran akan bisa ditekan jumlahnya. (rmd/OK)


Kebangkrutan Lehman

September 23, 2008
Kebangkrutan Lehman dan Krisis Kapitalisme
Sabtu, 20-09-2008 | 08:24:43 WIB

Bursa-bursa utama dunia mengalami mengalami goncangan dan kejatuhan harga saham mereka setelah Bank Lehman Brothers pada hari Rabu 14 September 2008 resmi mengumumkan kebangkrutannya, dan mengajukan permohonan proteksi UU kebangkrutan USA pasal 11, yang memungkin perusahaan itu melakukan reorganisasi dan menyusun rencana untuk membayar kreditur dalam jangka waktu tertentu.

Kehancuran Lehman sudah berjalan sejak dimulainya krisis di pasar perumahan (subprime mortgage) Amerika Serikat pada Agustus 2007. CEO Lehman Brothers sendiri terpaksa mengambil langkah di atas karena mengalami kesulitan likuiditas dan gagal menemukan pembeli/investor yang mau mengambil alih perusahaan tersebut. Akibat pengajuan permohonan kebangkrutan ini, harga saham Lehman langsung terjun bebas.

Lehman Brothers mengumumkan kerugian $3,9 miliar antara Juni sampai Agustus, sedangkan angka kerugian sepanjang tahun ini mencapai $6,6 milyar. Saham Lehman turun menjadi $4,30 atau turun 76% sejak hari Senin 8/9/08. Dibanding harga sahamnya pada bukan November 2007, ketika saham Lehman mencapai $67,73, nilai saham Lehman sudah jatuh 94%. Harga saham Lehman Brothers per 15 September 2008 tinggal 30 sen/lembar (BBCINDONESIA.com). Read the rest of this entry »


FUI Temui Pansus RUU

September 23, 2008
FUI Temui Pansus Beri Masukan Soal RUU Pornografi PDF Cetak E-mail
Tuesday, 23 September 2008
ImagePro Kontra RUU Pornografi terus bergulir. Selasa (23/22) delegasi Forum Umat Islam yang dipimpin oleh Sekjen, KH. Muhammad Al Khaththath mendatangi DPR RI untuk membicarakan soal RUU Pornografi. Para pimpinan ormas yang berjumlah sekitar 40 orang itu diterima oleh Ketua Pansus, Ds. H. Balkan Kaplale dan anggota Pansus, Ali Mochtar Ngabalin. FUI meminta kepada pansus agar kembali kepada rumusan RUU Anti Pornografi dan Pornokasi sesuai fatwa MUI.
Tokoh dari FUI yang hadir di antaranya Shobri Lubis (Sekjen FPI), Fikri Bareno MA (sekjen DPP al-ittihadiyah),  Nurdiakti atma (ketua FORSAP), Carum Widodo (Sekjen GPMI), Zaky Robby (Sekjen GPI), Rosyid Emily (Pengurus KAHMI),  Muhammad Haekal (LPPD Khairul ummah), Alfian Tanjung (Ketua Taruna Muslim) dan lainnya.
FUI  meminta Pansus RUU Pornografi serius bekerja dan menghasilkan UU yang maksimal. Sejauh ini, mereka nilai Pansus belum bekerja maksimal, karenanya FUI mengusulkan sejumlah tambahan materi RUU Pornografi.

FUI menuntut tiga hal dalam pertemuan itu. Salah satunya, meminta RUU Pornografi diformat ulang. ”Sehingga, yang disahkan adalah UU Antipornografi dan Pornoaksi yang betul-betul efektif mencegah dan memberantas,” kata Sekjen FUI, Muhammad Al Khaththath.

Sementara itu ketua Pansus RUU Pornografi, Balkan Kaplale, mengatakan, usulan perubahan itu akan dibahas di rapat pansus dalam waktu dekat. Indonesia, tegasnya, tetap memerlukan UU Pornografi.

Ia membandingkan sikap liberal AS yang ternyata masalah pornografi justru diurusi dua departemen, yakni Depkum dan HAM serta Deplu.  Bahkan, katanya, di Deplu, ada Ditjen Pornografi. Sementara, 48 negara bagian di AS telah memiliki UU Pornografi.
Read the rest of this entry »