Teroris Israel Bantai Rakyat Palestina

December 28, 2008

Kalangan medis melaporkan bahwa setidak-tidaknya 160 warga Muslim Palestina terbunuh dan lebih dari 200 orang terluka parah oleh serangan pesawat tempur Yahudi Israel di Jalur Gaza, Sabtu ini.

Moawiya Hassanain, salah satu pejabat medis mengabarkan bahwa ia menyaksikan 160 warga Muslim Palestina terbunuh akibat serangan ini.

Ini hanya sebuahb awalan dari rangkaian serangan massive yang dilancarkan oleh Yahudi Israel, demikian seperti dikutip juru bicara militer Yahudi Israel Avi Benayahu dari komunikasi via radio Sabtu ini.

Rangkaian serangan ini mengarah kepada seluruh fasilitas Mujahidin Hamas di Jalur Gaza. Serangan ini menimbulkan kepanikan luar biasa di kalangan warga sipil, demikian kata juru bicara Hamas.

“Saya khawatir kami telah kehilangan 40 orang saudara Muslim kami,” juru bicara Polisi Palestina, Islam Shahwan mengabarkan kepada radio Hamas di pagi ini.

Sementara itu setidaknya 2 Muslim terbunuh dan 30 lainnya terluka akibat serangan Israel di Khan Younis, salah satu kamp pengungsi di selatan Gaza.

Beberapa stasiun televisi menayangkan jenazah yang berserakan di jalan-jalan akibat serangan brutal Israel ini. Warga sekitar mendengan sekitar lebih dari 15 ledakan hebat dari kesatuan mmiliter Yahudi Israel yang menghantam daerah pemukiman, tempat bermain anak-anak, sekolah dan fasilitas umum lainnya. Aroma asap dan kematian menyengat kuat di seluruh kota mengiringi asap hitam tebal yang membumbung di angkasa.

Namun ironinya pejabat Israel mengerahkan sekitar lebih dari 200 ambulance untuk merespon serangan balasan dari pihak Hamas. Selain itu memerintahkan kepada seluruh aparat dan pejabatnya untuk siaga penuh untuk mengantisipasi dampak serangan brutal mereka ke Jalur Gaza. (far/bbs)


Etika Terhadap Diri Sendiri

December 27, 2008
Baca, Pelajari, Amalkan

Baca, Pelajari, Amalkan

Orang Muslim meyakini bahwa kebahagiaannya di dunia dan akhirat sangat ditentukan oleh sejauh mana pembinaan terhadap dirinya, perbaikan, dan penyucian dirinya. Selain itu, ia meyakini bahwa kecelakaan dirinya sangat ditentukan oleh sejauh mana kerusakan dirinya, pengotorannya, dan kebrengsekannya. Itu semua karena dalil-dalil berikut,

Firman Allah Ta‘ala, “Sesungguhnya beruntunglah orang yang menjiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (Asy-Syams: 9-10).

“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum, demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka), demikianlah Kami memberi balasan kepada orang orang yang zhalim. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.” (Al-A’raaf: 40-42).

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shallih dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (Al-‘Ashr: 1-3).

Sabda Rasulullah saw., “Semua dan kalian masuk surga, kecuali orang-orang yang tidak mau.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang tidak mau masuk surga, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. bersada, “Barangsiapa taat kepadaku, ia masuk surga. Dan barangsiapa bermaksiat kepadaku, ia tidak mau (masuk surga).” (HR Bukhari).

“Semua manusia beramal, dan menjual dirinya memperbaiki dirinya, atau membinasakannya.” (HR Muslim).

Orang Muslim meyakini bahwa sesuatu yang bisa membersihkan dirinya, dan menyucikannya ialah iman yang baik, dan amal shalih. Ia juga meyakini, bahwa sesuatu yang mengotori dirinya, dan merusaknya ialah keburukan kekafiran dan kemaksiatan, berdasarkan dalil-dalil berikut:

Firman Allah Ta‘ala, “Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada sebagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (Huud: 114).

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” (Al-Muthaffifin: 14).

Sabda Rasulullah saw., “Sesungguhnya jika seorang Mukmin mengerjakan dosa, maka ada noda hitam di hatinya. Jika ia bertaubat, berhenti (dari dosa tersebut), dan beristighfar, maka hatinya bersih. Jika dosanya bertambah, bertambah pula noda hitamnya, hingga menutupi hatinya.” (HR An-Nasai dan At-Tirmidzi. At-Tirmidzi berkata bahwa hadits ini hasan shahih).

Noda hitam tersebut tidak lain adalah tutupan hati yang disebutkan Allah Ta‘ala dalam surat Al-Muthaffifin di atas.

“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan tindaklanjutilah kesalahan dengan kebaikan niscaya kebaikan tersebut menghapus kesalahan tersebut, serta bergaulah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR Ahmad, At-Tirmidzi, dan Al-Hakim).

Oleh karena itulah, orang Muslim tidak henti-hentinya membina dirinya, menyucikannya, dan membersihkannya. Sebab, ia orang yang paling layak membinanya, kemudian ia memperbaikinya dengan etika-etika yang membersihkannya, dan membersihkan kotoran-kotorannya. Ia menjauhkan diri dan apa saja yang mengotorinya, dan merusaknya seperti keyakinan-keyakinan yang rusak, ucapan-ucapan yang rusak, dan amal perbuatan yang rusak. Ia melawan dirinya siang malam, mengevaluasinya setiap saat, membawanya kepada perbuatan-perbuatan yang baik, mendorongnya kepada ketaatan, menjauhkannya dari segala keburukan dan kerusakan.
Dalam memperbaiki dirinya, membinanya, dan membersihkannya, orang Muslim menempuh jalan-jalan berikut:
Read the rest of this entry »


Jesus was Born on June

December 21, 2008
david reneke

david reneke

Neither December 25 nor January 7, but June 17 is Jesus Christ’s real birthday, says an Australian astronomer who used a computer software and St. Matthew’s Gospel as a reference point to calculate the new date. The astronomer’s research coincides with Quranic verses on the Messiah, which suggest that Mary gave birth to Jesus during the summer season.

Christians may be celebrating a different date from the actual one Jesus was born on according to Dave Reneke, news editor of Sky and Space magazine, who recreated the night sky around the time of Christ’s birth using a complex charting software that allowed astronomers to map the night sky as it would have appeared more than 2000 years ago. Read the rest of this entry »