June 27, 2009
INILAH. COM, Jakarta – Bayan Mudzakarah Ulama Nasional dari Dewan Syariah Pusat PKS membolehkan kadernya untuk memilih siapa calon yang akan dipilih dalam pilpres mendatang. Termasuk memilih perempuan sebagai pemimpin.
“Bayan tidak melarang pemimpin itu laki-laki atau perempuan. Yang penting membawa kemaslahatan,” kata Ketua Dewan Syariah Pusat PKS Surahman Hidayat di Gedung YTKI, Jakarta, Sabtu (27/6).
Surahman juga menegaskan kalau Bayan Mudzakarah ulama tidak menyoalkan masalah gender mengenai kepemimpinan. Kegiatan pilpres adalah pesta politik nasional, sehingga ulama akan mengarahkan pemilih pada pemimpin yang mempunyai kemaslahatan.
“Bayan ini umum memberikan normatif kepada masyarakat. Siapapun boleh dipilih asal tidak berbenturan. Nanti siapapun yang menang karena dukungan rakyat dan pertolongan Yang Di Atas,” katanya.
Siapapun yang capable, lanjut dia, bisa menjadi presiden untuk kesejahteraan rakyat ke depan. “Jadi poinnya bukan pada masalah gender,” pungkasnya.
Tentunya hal ini mengejutkan sekali bagi PKS yang notebenenya partai berbasis massa Islam yang memiliki pendukung fanatik.
semakin hari, PKS terlihat semakin luntur ciri-ciri ke Islamannya, walah piye to iki. Kasihan kader PKS di akar rumput.
Leave a Comment » |
my news |
Permalink
Posted by rotigedang
April 6, 2009
Aduh sangat miris melihat foto ini, foto ini saya dapatkan di inilah.com, bisa anda cari sendiri aslinya. begitu memujanya orang tersebut hingga mau meminum air sisa basuhan kaki sang pujaan hari. Alangkah buruknya tindakan ini, syirik kuadrat, kebodohan jaman modern.
Kira2 rasanya gimana ya? Asin Sepet? Pahit? Ato kecing. Mau ngerasakan, siap-siap jadi musyrik/dosa besar, masuk neraka loo, ati2

air cucian kaki mega
2 Comments |
my news |
Permalink
Posted by rotigedang
March 30, 2009
JAKARTA- Akibat hujan deras yang turun selama lima jam pada Kamis (26/3) malam, tanggul Situ Gintung, Cirendeu, Tangerang Selatan, jebol, Jumat sekitar pukul 05.00. Wilayah seluas 10 hektar di Cirendeu menjadi porak-poranda diterjang air bah yang datang seperti tsunami. Tanggul dari tanah itu kembali runtuh sekitar pukul 13.00.
Sampai dengan pukul 22.00, data di Posko Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan Posko Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Achmad Dahlan menunjukkan jumlah korban tewas mencapai 65 orang, 98 orang hilang, 52 orang cedera, dan 25 orang dirawat di Rumah Sakit Fatmawati. Sebagian besar korban yang tewas adalah perempuan dan anak-anak.
Jebolnya tanggul buatan Belanda tahun 1932-1933 ini menghancurkan perumahan warga di Kampung Poncol dan Kampung Gintung. Sekitar 300 rumah yang ada di wilayah itu rusak dan hancur.
Namun sebuah peristiwa yang sulit dipercaya dengan akal terjadi di tengah tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung tersebut. Musala Al Muhajirin yang terletak di RT.04/RW.08, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat tetap berdiri kokoh di tengah luluh lantahnya bangunan rumah warga.
Tidak itu saja, kitab suci Alquran ditemukan di atas meja yang penuh air dan lumpur, dalam keadaan kering. Alquran tersebut ditemukan di atas meja di ruang Sekretariat Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Saat ditemukan, Alquran tersebut dalam keadaan kering sedangkan meja sudah terendam air dan lumpur. Alquran berukuran besar dan berwarna hijau itu saat itu merupakan hadiah dari Kedutaan Arab Saudi pada tahun 1990-an lalu dan sering digunakan para dosen.(muslimdaily.net/syf/bbs) |
Leave a Comment » |
my news |
Permalink
Posted by rotigedang