<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rotigedang: inspiring the truth</title>
	<atom:link href="http://rotigedang.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rotigedang.wordpress.com</link>
	<description>Are you Hungry? Read this Blog!!!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 01:36:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rotigedang.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rotigedang: inspiring the truth</title>
		<link>http://rotigedang.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rotigedang.wordpress.com/osd.xml" title="Rotigedang: inspiring the truth" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rotigedang.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hukum Mengucapkan dan Menjawab Selamat Natal</title>
		<link>http://rotigedang.wordpress.com/2011/12/22/hukum-mengucapkan-dan-menjawab-selamat-natal/</link>
		<comments>http://rotigedang.wordpress.com/2011/12/22/hukum-mengucapkan-dan-menjawab-selamat-natal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 07:15:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rotigedang</dc:creator>
				<category><![CDATA[akidah]]></category>
		<category><![CDATA[natal islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rotigedang.wordpress.com/?p=436</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Badrul Tamam Alhamdulillah, segala puji bagi Allah shalawat dan salam untuk Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya. Nuansa Natal di negeri yang mayoritas muslim ini sudah sangat terasa kemeriahannya. Mall-mall dan pusat perbelanjaan menggelar event-event bertemakan natal. Semua itu untuk memeriahkan hari crismash yang diyakini kaum Nasrani sebagai hari kelahiran al Masih atau Jesus yang &#8230; <a class="more-link" href="http://rotigedang.wordpress.com/2011/12/22/hukum-mengucapkan-dan-menjawab-selamat-natal/">Keep&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rotigedang.wordpress.com&amp;blog=2933357&amp;post=436&amp;subd=rotigedang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Badrul Tamam</strong></p>
<p><a href="http://rotigedang.files.wordpress.com/2011/12/christmas-tree.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-439" title="christmas-tree" src="http://rotigedang.files.wordpress.com/2011/12/christmas-tree.jpg?w=258&#038;h=300" alt="" width="258" height="300" /></a>Alhamdulillah, segala puji bagi Allah shalawat dan salam untuk Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.</p>
<p>Nuansa Natal di negeri yang mayoritas muslim ini sudah sangat terasa kemeriahannya. Mall-mall dan pusat perbelanjaan menggelar event-event bertemakan natal. Semua itu untuk memeriahkan hari crismash yang diyakini kaum Nasrani sebagai hari kelahiran al Masih atau Jesus yang diklaim sebagai tuhan atau anak Tuhan.</p>
<p>Dalam akidah Islam Isa putera Maryam adalah Nabi dan Rasul Allah Ta’ala. Dia bukan anak Tuhan dan bukan Tuhan itu sendiri. Bahkan Allah Ta’ala telah membantah di banyak ayat-Nya bahwa Dia menjadikan Isa sebagai putera-Nya,</p>
<p>وَأَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلَا وَلَدًا</p>
<p>“<em>Dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak.</em>” (QS. al-Jin: 3)</p>
<p>بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنَّى يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ</p>
<p>“<em>Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.</em>” (QS. Al-An’am: 101)</p>
<p>Allah mengabarkan bahwa Dia Mahakaya tidak butuh kepada yang lainnya. Dia tidak butuh mengangkat seorang anak dari makhluk-Nya.</p>
<p>قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ هُوَ الْغَنِيُّ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ إِنْ عِنْدَكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ بِهَذَا أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ</p>
<p>“<em>Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: &#8220;Allah mempunyai anak&#8221;. Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?</em>” (QS. Yunus: 68)<span id="more-436"></span></p>
<p>Sesungguhnya umat Kristiani telah berlaku lancang kepada Allah dengan menuduh-Nya telah mengangkat seorang hamba dan utusan-Nya sebagai anak-Nya yang mewarisi sifat-sifat-Nya. Karena ucapan mereka ini, hamper-hampir langit dan bumi pecah karenanya.</p>
<p>&#8220;<em>Dan mereka berkata: &#8216;Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak&#8217;. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.</em>&#8221; (QS. Maryam: 88-93)</p>
<p>Maka tidak mungkin seorang muslim yang mentauhidkan Allah akan ikut serta, mendukung, mengucapkan selamat atasnya, dan bergembira dengan perayaan-perayaan hari raya tersebut yang jelas-jelas menghina Allah dengan terang-terangan. Keyakinan ini membatalkan peribadatan kepada Allah, karena inilah Allah Ta&#8217;ala menyifati Ibadurrahman bersih dari semua itu:</p>
<p>وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ</p>
<p>&#8220;<em>Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu. . .</em>&#8221; (QS. Al Furqaan: 72) Makna <em>al Zuur</em>, adalah hari raya dan hari besar kaum musyrikin sebagaimana yang dikatakan Ibnu Abbas, Abul &#8216;Aliyah, Ibnu sirin, dan ulama lainnya dari kalangan sahabat dan tabi&#8217;in.</p>
<p>Namun di tengah-tengah zaman penuh fitnah ini, prinsip akidah yang sudah tertera sejak 1400 tahun yang lalu mulai digoyang dan dianulir. Atas dalih toleransi umat beragama, menghormati perayaan agama orang lain. Dengan dalih kerukunan antarumat beragama, sebagian umat Islam ikut-ikutan merayakan dan memeriahkan hari besar kufur dan syirik ini. Sebagian mereka dengan suka rela mengucapkan selamat kepada orang-orang kafir atas hari raya mereka yang berisi kekufuran dan kesyirikan terebut.</p>
<p>Lebih tragis lagi, pembenaran saling mengucapkan selamat atas hari raya antar umat beragama dilontarkan oleh para tokoh intelektual Muslim. Tidak sedikit mereka yang bergelar Profesor dan Doktor.</p>
<p>Prof. Dr. Sofjan Siregar, MA dalam isi materi yang disampaikannya dalam pengajian ICMI Eropa bekerjasama dengan pengurus Masjid Nasuha di Rotterdam, Belanda, Jumat (17/12/2010), menyimpulkan bahwa mengucapkan selamat Natal oleh seorang muslim hukumnya mubah, dibolehkan. Menurutnya masalah mengucapkan selamat Natal adalah bagian dari mu’amalah, non-ritual. Yang pada prinsipnya semua tindakan non-ritual adalah dibolehkan, kecuali ada nash ayat atau hadits yang melarang. Dan menurut Sofjan, tidak ada satu ayat Al Quran atau hadits pun yang eksplisit melarang mengucapkan selamat atau salam kepada orang non-muslim seperti di hari Natal. (Detiknews.com, Ahad: 19/12/2010)</p>
<p>Prof DR HM Din Syamsuddin MA, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, mengaku terbiasa mengucapkan selamat Natal kepada pemeluk Kristen.</p>
<p>&#8220;Saya tiap tahun memberi ucapan selamat Natal kepada teman-teman Kristiani,&#8221; katanya di hadapan ratusan umat Kristiani dalam seminar Wawasan Kebangsaan X BAMAG Jatim di Surabaya (10/10/2005).</p>
<p><strong>Fatwa Syaikh al-‘Allamah Muhammad bin Shalih Utsaimin </strong></p>
<p>Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin <em>rahimahullaah </em>ditanya tentang hukum mengucapkan selamat natal kepada orang kafir.</p>
<p>“Apa hukum mengucapkan selamat hari raya Natal kepada orang-orang kafir? Dan bagaimana kita membalas jika mereka mengucapkan Natal kepada kita? Apakah boleh mendatangi tempat-tempat yang menyelenggarakan perayaan ini? Apakah seseorang berdosa jika melakukan salah satu hal tadi tanpa maksud merayakannya? Baik itu sekedar basa-basi atau karena malu atau karena terpaksa atau karena hal lainnya? Apakah boleh menyerupai mereka dalam hal itu?</p>
<p>Beliau <em>rahimahullaah </em>menjawab dengan tegas, “Mengucapkan selamat kepada orang-orang kafir dengan ucapan selamat natal atau ucapan-ucapan lainnya yang berkaitan dengan perayaan agama mereka hukumnya haram sesuai kesepakatan ulama. Sebagaimana kutipan dari Ibnul Qayyim <em>rahimahullaah </em>dalam bukunya Ahkam Ahl Adz-Dzimmah, beliau menyebutkan:</p>
<p>“Mengucapkan selamat kepada syiar agama orang kafir adalah haram berdasarkan kesepakatan. Seperti mengucapkan selamat atas hari raya dan puasa mereka dengan mengatakan <em>&#8216;Ied Muharak &#8216;Alaik</em> (hari raya penuh berkah atas kalian) atau selamat bergembira dengan hari raya ini dan semisalnya. Jika orang yang berkata tadi menerima kekufuran maka hal itu termasuk keharaman, statusnya seperti mengucapkan selamat bersujud kepada salib. Bahkan, di sisi Allah dosanya lebih besar dan lebih dimurkai daripada mengucapkan selamat meminum arak, selamat membunuh, berzina, dan semisalnya. Banyak orang yang tidak paham Islam terjerumus kedalamnya semantara dia tidak tahu keburukan yang telah dilakukannya. Siapa yang mengucapkan selamat kepada seseorang karena maksiatnya, kebid&#8217;ahannya, dan kekufurannya berarti dia menantang kemurkaan Allah.”Demikian ungkapan beliau <em>rahimahullaah</em>.</p>
<p>Haramnya mengucapkan selamat kepada kaum kuffar atas hari raya agama mereka, sebagaimana dipaparkan oleh Ibnul Qayyim, karena di dalamnya terdapat pengakuan atas syi’ar-syi’ar kekufuran dan ridla terhadapnya walaupun dia sendiri tidak ridha kekufuran itu bagi dirinya. Kendati demikian, bagi seorang muslim diharamkan ridha terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran atau mengucapkan selamat dengan syi’ar tersebut  kepada orang lain, karena Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em> tidak ridha terhadap semua itu, sebagaimana firman-Nya,</p>
<p>إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ</p>
<p>“<em>Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) mu dan Dia tidak meridai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridai bagimu kesyukuranmu itu</em>.” (QS. Al-Zumar: 7)</p>
<p>الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا</p>
<p>“<em>Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.</em>” (QS. Al-Maidah: 3) dan mengucapkan selamat kepada mereka dengan semua itu adalah haram, baik ikut serta di dalamnya ataupun tidak.”</p>
<p>Jika mereka mengucapkan selamat hari raya mereka kepada kita, hendaknya kita tidak menjawabnya, karena itu bukan hari raya kita dan Allah Ta’ala tidak meridhai hari raya tersebut, baik itu merupakan bid’ah atau memang ditetapkan dalam agama mereka. Namun sesungguhnya itu telah dihapus dengan datangnya agama Islam yang dengannya Allah telah mengutus Muhammad <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam </em>kepada seluruh makhluk. Allah telah berfirman tentang agama Islam,</p>
<p>وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ</p>
<p>“<em>Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi.</em>” (QS. Ali Imran: 85).</p>
<p>Seorang muslim haram memenuhi undangan mereka dalam perayaan ini, karena ini lebih besar dari mengucapkan selamat kepada mereka, karena dalam hal itu berarti ikut serta dalam perayaan mereka. Juga diharamkan bagi kaum muslimin untuk menyamai kaum kuffar dengan mengadakan pesta-pesta dalam momentum tersebut atau saling bertukar hadiah, membagikan permen, parsel, meliburkan kerja dan sebagainya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em>,</p>
<p>مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ</p>
<p>“<em>Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.</em>” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Ibnu Hibban)</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah <em>rahimahullaah </em>dalam bukunya <em>Iqtidha’ ash-Shirath al-Mustaqim Mukhalafah Ashab al-Jahim</em> menyebutkan, “Menyerupai mereka dalam sebagian hari raya milik mereka menumbuhkan rasa senang pada hati mereka (kaum muslimin) terhadap keyakinan batil mereka. Dan bisa jadi memberi makan pada mereka dalam kesempatan itu dan menaklukan kaum lemah.” Demikian ucapan beliau <em>rahimahullah</em>.</p>
<p>Dan barangsiapa melakukan di antara hal-hal tadi, maka ia berdosa, baik ia melakukannya sekedar basa-basi atau karena mencintai, karena malu atau sebab lainnya. Karena perbuatan tersebut termasuk bentuk mudahanan (penyepelan) terhadap agama Allah dan bisa menyebabkan teguhnya jiwa kaum kuffar dan membanggakan agama mereka. (Al-Majmu’ Ats-Tsamin, Syaikh Ibnu Utsaimin, juz 3 diunduh dari situs islamway.com)</p>
<p>source: http://www.voa-islam.com/islamia/aqidah/2010/12/21/12415/hukum-mengucapkan-dan-menjawab-selamat-natal/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rotigedang.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rotigedang.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rotigedang.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rotigedang.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rotigedang.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rotigedang.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rotigedang.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rotigedang.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rotigedang.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rotigedang.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rotigedang.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rotigedang.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rotigedang.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rotigedang.wordpress.com/436/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rotigedang.wordpress.com&amp;blog=2933357&amp;post=436&amp;subd=rotigedang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rotigedang.wordpress.com/2011/12/22/hukum-mengucapkan-dan-menjawab-selamat-natal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/18301f02978b6e3e838b0d5b4f21799d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rotigedang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rotigedang.files.wordpress.com/2011/12/christmas-tree.jpg?w=258" medium="image">
			<media:title type="html">christmas-tree</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memperhatikan Syari’at Berhias</title>
		<link>http://rotigedang.wordpress.com/2011/12/15/memperhatikan-syariat-berhias/</link>
		<comments>http://rotigedang.wordpress.com/2011/12/15/memperhatikan-syariat-berhias/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 04:10:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rotigedang</dc:creator>
				<category><![CDATA[akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rotigedang.wordpress.com/?p=429</guid>
		<description><![CDATA[Berhias merupakan hal yang sangat erat dengan kaum wanita. Meski kaum laki-laki pun banyak yang berhias. Hal ini karena memang berhias itu dibolehkan dan bahkan pada saat dan kondisi tertentu justru diperintahkan. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman: يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ Hai anak &#8230; <a class="more-link" href="http://rotigedang.wordpress.com/2011/12/15/memperhatikan-syariat-berhias/">Keep&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rotigedang.wordpress.com&amp;blog=2933357&amp;post=429&amp;subd=rotigedang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rotigedang.files.wordpress.com/2011/12/muslim_women.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-432" title="muslim_women" src="http://rotigedang.files.wordpress.com/2011/12/muslim_women.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a>Berhias merupakan hal yang sangat erat dengan kaum wanita. Meski kaum laki-laki pun banyak yang berhias. Hal ini karena memang berhias itu dibolehkan dan bahkan pada saat dan kondisi tertentu justru diperintahkan. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<span id="more-429"></span></p>
<p>يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ</p>
<p>Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid. Makan dan minumlah, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. al-A’rof [7]: 31)</p>
<p>Meski hukum berhias itu sama-sama boleh bagi kaum wanita dan kaum laki-laki, namun ada sisi perbedaan pada hukum sesuatu yang digunakan untuk berhias dan keadaan berhias antara kedua kaum tersebut. Dan di sini kita hanya akan mendiskusikan hukum tersebut pada kaum wanita.</p>
<p>Ketidaktahuan atau pura-pura tidak tahu akan hukum-hukum syari’at yang wajib diketahui oleh kaum muslimah telah banyak melanda umat ini secara merata. Di antaranya ketidaktahuan sebagian besar kaum muslimah terhadap syari’at berhias, sehingga terjadilah banyak ketimpangan dan godaan-godaan hidup. Misalnya ialah banyaknya wanita muslimah yang keluar rumah dan berbaur dengan kaum laki-laki dalam keadaan paling elok penampilannya, paling harum aromanya, seolah-olah mereka adalah para pengantin yang sedang dirias untuk suaminya.</p>
<p>Islam dengan syari’atnya yang indah telah begitu besar memperhatikan keadaan umat ini agar jangan terjadi ketimpangan hidup. Oleh karenanya, Islam mengatur sedemikian rupa sebuah hubungan yang erat antara dua jenis kaum ini yang semua manfaatnya secara umum akan kembali kepada mereka sendiri.</p>
<p>Di antara aturan Islam dalam hal ini ialah perintah agar kaum wanita memelihara perhiasan dan keadaan berhiasnya serta tidak menampakkannya di hadapan laki-laki lain. Hal ini untuk menghindari timbulnya gejolak nafsu yang menggebu dan pandangan mata nakal yang haram, yang pada akhirnya akan menimbulkan hubungan yang tidak syar’i antara keduanya. Inilah sebab terbesar ketimpangan dan godaan-godaan hidup, zina. Na’udzubillahi min dzalik.</p>
<p>Bila Wanita Berhias dan Keluar Rumah</p>
<p>Ketika banyak kaum wanita yang berhias tanpa memperhatikan aturan syari’at, maka muncullah berbagai keburukan. Seorang wanita keluar rumah dengan keelokan penampilan merupakan pangkal keburukan. Tidak dipungkiri inilah sebab terjadinya pandangan mata yang haram dari kaum laki-laki, yang merupakan pemicu utama bangkitnya dorongan nafsu. Bahkan boleh dikata ia merupakan terminal pertama menuju perzinaan, tepat seperti yang disabdakan Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p>كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ</p>
<p>“Telah ditetapkan atas anak Adam (manusia) bagiannya dari zina, ia pasti mendapatinya dan tak ada celah untuk menghindar darinya. Kedua mata berzina, zinanya adalah pandangan, dan kedua telinga pun berzina, zinanya adalah mendengar, dan lisan zinanya adalah pembicaraan, dan tangan zinanya adalah memegang, dan kaki zinanya adalah melangkah, dan hati (zinanya) adalah bernafsu dan berhasrat, dan kemaluan yang akan menetapkannya atau mendustakannya.” (HR Muslim: 6925)</p>
<p>Perintah Memelihara Perhiasan Diri</p>
<p>Keelokan para wanita menurut asalnya merupakan godaan bagi kaum laki-laki. Kalaulah seorang wanita menyadari hal ini, tentu ia tidak lebih suka menjadi godaan bagi seluruh kaum laki-laki yang hanya akan mengakibatkan munculnya berbagai kerusakan. Oleh karenanya, Islam mengatur dan menempatkan keelokan para wanita ini sedemikian rupa agar tidak merusak sehingga bisa menenteramkan dan membawa manfaat yang menyeluruh. Di antara aturan Islam yang paling pokok dalam hal ini ialah seperti yang disebutkan dalam firman Alloh Azza wa Jalla:</p>
<p>وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى …</p>
<p>…Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu. (QS. al-Ahzab [33]: 33)</p>
<p>Syaikh Abdurrohman bin Nashir as-Sa’di mengatakan tentang makna ayat tersebut: “Artinya, menetaplah kalian di rumah kalian sebab hal itu lebih selamat dan lebih memelihara diri kalian.”</p>
<p>Tentang makna kelanjutan ayat tersebut, beliau mengatakan: “Artinya, janganlah banyak keluar dengan bersolek atau dengan semerbak harum kalian sebagaimana kebiasaan ahli jahiliyah dahulu yang tidak tahu ilmu dan norma agama. Semua ini demi mencegah munculnya kejahatan dan sebab-sebabnya.”[1]</p>
<p>Maka perhatikanlah, tujuan perintah dalam ayat tersebut ialah untuk memelihara diri wanita muslimah dengan perhiasannya dan untuk mencegah munculnya kejahatan serta sebab-sebabnya.</p>
<p>Termasuk pokok aturan Islam atas perhiasan dan berhiasnya kaum muslimah ialah sebagaimana yang telah Alloh Subhanahu wa Ta’ala sebutkan dalam firman-Nya berikut:</p>
<p>وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ …</p>
<p>Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak dari padanya, dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya (QS. an-Nur [24]: 31)</p>
<p>Dengan memperhatikan dua ayat di atas saja, kita bisa memahami bagaimana Islam sangat memperhatikan aturan berhiasnya wanita muslimah. Semua ini adalah untuk memelihara masyarakat Islami dari godaan-godaan yang timbul dari kaum wanita. Islam memerintahkan kaum laki-laki agar memelihara pandangan matanya, dan di saat yang sama Islam juga memerintahkan kaum wanita agar memelihara kehormatannya, sampai perhiasan yang memperindah dirinya pun harus dipelihara, ditutup dan tidak ditampakkan di hadapan kaum laki-laki lain.</p>
<p>Berparfum yang Melacur</p>
<p>Telah disebutkan di muka bahwa syari’at Islam tentang berhias dan perhiasan kaum wanita ini semata-mata untuk kebaikan dua jenis manusia ini secara umum. Bila tidak ada aturan syari’at dalam hal ini, pasti akan timbul berbagai kerusakan, zina. Jadi dekat sekali kaitannya antara perzinaan dengan tidak diperhatikannya aturan syari’at Islam tentang berhias ini.</p>
<p>Bukan hanya pandangan mata yang merupakan terminal pertama menuju perzinaan, yang oleh sebab itu perhiasan harus dihindarkan dari pandangan mata kaum laki-laki lain (artinya perhiasan harus ditutupi), namun aroma wangi yang semerbak dari seorang wanita juga termasuk terminal awal sebuah perzinaan. Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam telah menyebutkan hal ini dalam sabda beliau:</p>
<p>أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِىَ زَانِيَةٌ</p>
<p>“Wanita mana saja yang berminyak wangi kemudian (keluar) dan berlalu pada kaum (laki-laki) agar mereka mendapati semerbaknya, maka ia melacur.”[2]</p>
<p>Al-Allamah al-Mubarokfuri menjelaskan makna kata melacur dalam hadits di atas: “Dia disebut wanita pelacur karena membangkitkan syahwat kaum laki-laki dengan minyak wanginya dan membuat kaum laki-laki memandangnya. Dan siapa saja (kaum laki-laki) yang memandangnya, maka ia telah berzina dengan kedua matanya. Jadi wanita tersebut merupakan sebab zina mata, maka berdosalah ia.”[3]</p>
<p>Dan boleh jadi wanita yang berminyak wangi ini lebih kuat godaannya, sebab mata kaum laki-laki yang tidak melihatnya pun bisa jadi akan melihatnya setelah laki-laki tersebut mencium semerbaknya. Maka benarlah apa yang dikatakan oleh al-Allamah al-Mubarokfuri di atas.</p>
<p>Dan seorang wanita yang menghamburkan aroma wangi di kalangan kaum laki-laki termasuk menampakkan perhiasan, sebab wewangian termasuk salah satu jenis perhiasan wanita. Oleh karenanya, kaum wanita boleh berminyak wangi dan berharum-harum namun yang sesuai dengan aturan syari’at. Di antara syari’at minyak wangi bagi wanita ialah sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu sabda Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p>إِنَّ خَيْرَ طِيبِ الرَّجُلِ مَا ظَهَرَ رِيحُهُ وَخَفِىَ لَوْنُهُ وَخَيْرَ طِيبِ النِّسَاءِ مَا ظَهَرَ لَوْنُهُ وَخَفِىَ رِيحُهُ</p>
<p>“Sesungguhnya minyak wangi yang baik bagi kaum laki-laki ialah yang kuat baunya namun samar warnanya, sedangkan minyak wangi yang baik bagi kaum wanita ialah yang paling tampak warnanya dan paling samar baunya.”[4]</p>
<p>Al-Allamah al-Mubarokfuri menyebutkan bahwa dalam Syarhus Sunnah (al-Baghowi mengatakan): “Sa’ad berkata: ‘Menurutku mereka (para ulama) memahami sabda Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam dan sebaik-baik minyak wangi wanita (dengan sifat minyak wangi seperti tersebut dalam hadits) adalah ketika wanita tersebut hendak keluar rumah. Namun apabila sedang berada bersama suaminya, ia boleh berminyak wangi dengan minyak wangi sesukanya.”[5]</p>
<p>Sekali lagi, aturan syari’at dalam berminyak wangi bagi para wanita muslimah ini diatur sedemikian rupa agar ia tidak menjadi salah satu sarana pembangkit kesadaran laki-laki untuk memperhatikan mereka, dan agar tidak memperdaya laki-laki pemilik hati yang sakit sehingga akan tergoda oleh mereka. Semua ini bila bisa dihindari maka akan terpeliharalah kehormatan kaum wanita, termasuk farji-farji mereka dari kejinya zina, dan terhindarlah kaum wanita ini dari menjadi penggoda kaum pria. Dengan begitu, akan menjadi mudahlah kaum laki-laki umat ini menahan pandangan matanya dan memelihara kehormatannya. Inilah pentingnya memperhatikan syari’at berhias.</p>
<p>Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala memberikan taufiq kepada kita semua dalam meniti syari’at-Nya yang lurus ini, amin.</p>
<p>_<br />
[1] Tafsir Taisir al-Karimirrohman Syaikh as-Sa’di atas ayat 33 surat al-Ahzab.</p>
<p>[2] HR. Abu Dawud no: 4173, at-Tirmidzi no: 2786, dan an-Nasa’i no: 5126, dan ini lafazh an-Nasa’i. Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam al-Misykat no: 1065</p>
<p>[3] Tuhfatul Ahwadzi 8/71</p>
<p>[4] HR. at-Tirmidzi no: 2788, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohihul Jami’ no: 3832</p>
<p>[5] Tuhfatul Ahwadzi 8/59, dan Faidhul Qodir, al-Munawi 3/284</p>
<p>sumber kopas dari: alghoyami.wordpress.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rotigedang.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rotigedang.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rotigedang.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rotigedang.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rotigedang.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rotigedang.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rotigedang.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rotigedang.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rotigedang.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rotigedang.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rotigedang.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rotigedang.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rotigedang.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rotigedang.wordpress.com/429/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rotigedang.wordpress.com&amp;blog=2933357&amp;post=429&amp;subd=rotigedang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rotigedang.wordpress.com/2011/12/15/memperhatikan-syariat-berhias/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/18301f02978b6e3e838b0d5b4f21799d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rotigedang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rotigedang.files.wordpress.com/2011/12/muslim_women.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">muslim_women</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Menjual Kulit Hewan Qurban</title>
		<link>http://rotigedang.wordpress.com/2011/10/31/hukum-menjual-kulit-hewan-qurban/</link>
		<comments>http://rotigedang.wordpress.com/2011/10/31/hukum-menjual-kulit-hewan-qurban/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 07:36:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rotigedang</dc:creator>
				<category><![CDATA[akidah]]></category>
		<category><![CDATA[kurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rotigedang.wordpress.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Pak Ustadz, kami mau menanyakan tentang hukumnya panitia qurban yang kebiasaan setiap tahunnya terutama kulit hewan qurban itu dijual sedangkan hasilnya dimanfatkan untuk operasional acara qurban itu sendiri atau membeli jamuan untuk panitia kurban dan sisanya masuk pada kas masjid. Sementara ada perbedaan pendapat yang menyatakan bahwa haram hukum menjual kulit dari &#8230; <a class="more-link" href="http://rotigedang.wordpress.com/2011/10/31/hukum-menjual-kulit-hewan-qurban/">Keep&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rotigedang.wordpress.com&amp;blog=2933357&amp;post=424&amp;subd=rotigedang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_426" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://rotigedang.files.wordpress.com/2011/10/iduladha1428.png"><img class="size-medium wp-image-426" title="iduladha1428" src="http://rotigedang.files.wordpress.com/2011/10/iduladha1428.png?w=300&#038;h=222" alt="kurban" width="300" height="222" /></a><p class="wp-caption-text">sembelih kurban</p></div>
<p>Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh</p>
<p>Pak Ustadz, kami mau menanyakan tentang hukumnya panitia qurban yang kebiasaan setiap tahunnya terutama kulit hewan qurban itu dijual sedangkan hasilnya dimanfatkan untuk operasional acara qurban itu sendiri atau membeli jamuan untuk panitia kurban dan sisanya masuk pada kas masjid. Sementara ada perbedaan pendapat yang menyatakan bahwa haram hukum menjual kulit dari hewan kurban itu sendiri. Untuk itu kami mohon kepada pak ustadz untuk menjelaskan tentang hal ini. Sebelum dan sesudahnya kami mengucapkan banyak terima kasih.<span id="more-424"></span></p>
<p>Solihin</p>
<p>Jawaban</p>
<p>Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Hewan yang disembelih untuk qurban itu ditujukan untuk tiga hal, yaitu dimakan sendiri, dihadiahkan atau disedekahkan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadist riwayat Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah membagi daging kurban menjadi tiga, sepertiga untuk keluarganya, sepertiga untuk fakir miskin dan tetangga dan sepertiga untuk orang meminta-minta</p>
<p>Dalam riwayat lain Rasulullah s.a.w. bersabda, Makanlah sebagian, simpanlah sebagian dan bersedekahlah dengan sebagian.</p>
<p>Adapun panitia penyembelihan hewan qurban sesungguhnya secara syar’i tidak diisyaratkan untuk dibentuk, sehingga dari segi pembiayaan pun tidak dialokasikan dana secara syar’i. Hal ini berbeda dengan amil zakat, yang memang secara tegas disebutkan di dalam Al-Quran Al-Kariem sebagai salah satu mustahiq zakat.</p>
<p>Siapa yang menjual kulit qurban itu maka tidak dianggap qurban baginya.</p>
<p>Maka bila seseorang meminta jasa orang lain untuk disembelihkan hewan qurban miliknya, tetapi dengan imbalan berupa kulit hewan itu menjadi milik tukang jagalnya, maka tidaklah termasuk qurban, sesuai hadits di atas.</p>
<p>Demikian juga dengan panitia penyembelihan dan pendistribusian hewan qurban, seharusnya mereka punya kas tersendiri di luar dari hasil hewan yang diqurbankan. Boleh saja panitia mengutip biaya jasa penyembelihan kepada mereka yang meminta disembelihkan. Hal seperti ini sudah lumrah, misalnya untuk tiap seekor kambing, dipungut biaya Rp 30.000 s/d Rp 50.000. Biaya ini wajar sebagai ongkos jasa penyembelihan hewan dan pendistribusian dagingnya, dari pada harus mengerjakan sendiri.</p>
<p>Tetapi panitia penyembelihan hewan qurban dilarang mengambil sebagian dari hewan itu untuk kepentingan penyembelihan. Baik dengan cara menjual daging, kulit, kepada atau kaki. Demikian pula dengan masjid, tidak perlu masjid dibiayai dari hasil penjualan daging qurban, sebab daging atau pun bagian tubuh hewan qurban itu tidak boleh diperjual-belikan.</p>
<p>Termasuk dalam hal ini jasa para tukang potong, haruslah dikeluarkan dari kas tersendiri, di luar dari hewan yang dipotong.</p>
<p>Ali ra. berkata, Aku diperintah Rasulullah menyembelih kurban dan membagikan kulit dan kulit di punggung onta, dan agar tidak memberikannya kepada penyembelih. .</p>
<p>Memberikan kulit atau bagian lain dari hewan kurban kepada penyembelih bila tidak sebagai upah, misalnya pemberian atau dia termasuk penerima, maka diperbolehkan. Bahkan bila dia sebagai orang yang berhak menerima kurban ini lebih diutamakan sebab dialah yang banyak membantu pelaksanaan kurban.</p>
<p>Bagi pelaku kurban juga diperbolehkan mengambil kulit hewan kurban untuk kepentingan pribadinya. Aisyah r.a. diriwayatkan menjadikan kulit hewan kurbannya sebagai tempat air minum.</p>
<p>Wallahu a’lam bishshawab Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p>Ahmad Sarwat, Lc.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rotigedang.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rotigedang.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rotigedang.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rotigedang.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rotigedang.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rotigedang.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rotigedang.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rotigedang.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rotigedang.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rotigedang.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rotigedang.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rotigedang.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rotigedang.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rotigedang.wordpress.com/424/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rotigedang.wordpress.com&amp;blog=2933357&amp;post=424&amp;subd=rotigedang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rotigedang.wordpress.com/2011/10/31/hukum-menjual-kulit-hewan-qurban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/18301f02978b6e3e838b0d5b4f21799d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rotigedang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rotigedang.files.wordpress.com/2011/10/iduladha1428.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">iduladha1428</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepuluh Karakter Suami Ideal</title>
		<link>http://rotigedang.wordpress.com/2011/10/27/sepuluh-karakter-suami-ideal/</link>
		<comments>http://rotigedang.wordpress.com/2011/10/27/sepuluh-karakter-suami-ideal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 06:03:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rotigedang</dc:creator>
				<category><![CDATA[akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rotigedang.wordpress.com/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi suami ideal, bisakah? Sudah lebih dari dua puluh tahun menjadi suami, namun saya merasa bukanlah suami ideal. Saya hanya selalu berusaha untuk menjadi baik dan menjadi lebih baik lagi setiap hari. Mungkin tidak akan pernah sampai ke taraf ideal, karena memang tidak mudah untuk mencapainya. Namun sebagai suami, saya tetap perlu memiliki peta yang &#8230; <a class="more-link" href="http://rotigedang.wordpress.com/2011/10/27/sepuluh-karakter-suami-ideal/">Keep&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rotigedang.wordpress.com&amp;blog=2933357&amp;post=417&amp;subd=rotigedang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_421" class="wp-caption alignnone" style="width: 250px"><a href="http://rotigedang.files.wordpress.com/2011/10/keluarga-islami1.jpg"><img class="size-medium wp-image-421" title="keluarga-islami" src="http://rotigedang.files.wordpress.com/2011/10/keluarga-islami1.jpg?w=240&#038;h=300" alt="suami" width="240" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">keluarga ideal</p></div>
<p>Menjadi suami ideal, bisakah? Sudah lebih dari dua puluh tahun menjadi suami, namun saya merasa bukanlah suami ideal. Saya hanya selalu berusaha untuk menjadi baik dan menjadi lebih baik lagi setiap hari. Mungkin tidak akan pernah sampai ke taraf ideal, karena memang tidak mudah untuk mencapainya. Namun sebagai suami, saya tetap perlu memiliki peta yang jelas, seperti apa karakter ideal yang seharusnya saya miliki. Jika tidak memiliki peta ini, saya hanya berjalan melingkar-lingkar, menuruti ritme hidup dan rutinitas yang mekanistik. Setiap hari seperti itu saja, bersembunyi di balik ungkapan “terimalah aku apa adanya”, lalu kita merasa tidak perlu melakukan perbaikan dan perubahan apapun. Toh pasangan kita sudah menerima kita apa adanya. Pada kesempatan kali ini saya ingin meringkaskan tulisan tentang karakter suami ideal, dari pertama hingga kesepuluh.<span id="more-417"></span></p>
<p><strong>Karakter pertama,</strong> suami ideal memiliki kemampuan untuk senantiasa memiliki cinta dan kasih sayang dalam jiwanya. Mungkin istri kita terasa sangat menyebalkan, atau tampak sangat menjengkelkan dengan perkataan dan perbuatannya setiap hari. Para suami selalu memiliki catatan yang sama, bahwa istri mereka amat sangat cerewet. Terlalu banyak bicara, terlalu banyak komentar, dan suka memberi nasihat tanpa diminta. Namun sebagai suami, kita tidak layak mencaci maki, memarahi dan membenci istri. Jika tidak suka dengan perkataan atau perbuatannya, nasihati, ingatkan dengan kelembutan, dengan cinta dan kasih sayang. Jika melihat ada kekurangan pada dirinya, ingatlah Tuhan telah mengutus kita untuk mendampinginya, agar bisa menutupi kelemahan dan melengkapi kekurangan yang dimilikinya. Bukan mendamprat, memaki, apalagi sampai berlaku kasar dan menyakiti hati, perasaan dan badan istri. Selalu sediakan cinta dan kasih sayang untuk istri Anda.</p>
<p><strong>Karakter kedua</strong>, suami ideal mampu menundukkan egonya sehingga mudah mengalah, cepat mengakui kesalahan dan ada banyak maaf dalam dirinya. Apakah yang menghalangi seorang suami untuk meminta maaf kepada istrinya? Apakah yang menghalangi suami untuk bersikap mengalah ketika ada perselisihan pendapat dengan istri? Apakah yang menghalangi suami untuk mengakui kesalahan yang dilakukan? Apakah yang menghalangi suami untuk memaafkan kesalahan dan kekurangan istri? Itulah yang disebut dengan ego. Ada ego lelaki, ada ego perempuan. Dalam suatu pertengkaran antara suami istri, ego masing-masing memuncak tinggi. Tidak ada yang mau mengalah, tidak ada yang mendahului meminta maaf, tidak ada yang mau mengakui kesalahan. Padahal, dalam setiap konflik dan pertengkaran suami istri, selalu ada andil kesalahan dari kedua belah pihak. Keduanya mesti memiliki andil dalam menciptakan suasana konflik. Maka, tundukkan selalu ego Anda, untuk istri Anda tercinta, demi keharmonisan rumah tangga.</p>
<p><strong>Karakter ketiga,</strong> suami ideal mampu membahagiakan istri, dan merasa senang jika bisa membahagiakan istrinya. Jika kita mampu membahagiakan istri, maka akan sangat banyak yang bisa kita dapatkan darinya. Istri merasa nyaman dan tenang, sehingga kita sebagai suami akan lebih optimal dalam menunaikan berbagai macam kegiatan dalam kehidupan. Istri akan mendukung berbagai keinginan positif suami, selama ia merasa bahagia. Yang perlu diketahui para suami, membahagiakan istri itu bukanlah bab bagaimana memberikan semua yang diinginkan istri, namun bab bagaimana menyentuh perasaan dan hatinya. Inilah hakikat yang lebih utama dan penting. Para suami sangat penting mengetahui jalan untuk menyentuh hati dan perasaan istri, sehingga lebih bisa menyelami hal-hal apakah yang membahagiakan jiwanya, apakah yang menenteramkan hatinya, apakah yang sangat diharapkannya. Bahagiakan selalu istri Anda, dan lihatlah hasilnya, ia akan bersedia memberikan bantuan apapun yang Anda minta.</p>
<p><strong>Karakter keempat,</strong> suami ideal selalu fokus melihat sisi kebaikan dan kelebihan istri, serta cepat melupakan kekurangan istri. Sesungguhnyalah setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada manusia yang sempurna, dimana hanya memiliki kelebihan saja dan tidak memiliki kekurangan. Sebagaimana juga tidak ada manusia yang hanya memiliki kelemahan dan kekurangan saja, tanpa memiliki kebaikan dan kelebihan apapun.</p>
<p>Semenjak awal pernikahan, seharusnya sudah ada kesadaran yang tertanam dalam diri suami dan istri, bahwa pasangan hidupnya bukanlah malaikat, bukanlah manusia super yang terbebas dari kelemahan. Para suami hendaknya menyadari, istri yang dinikahi itu hanyalah perempuan biasa saja, yang memiliki banyak kelemahan dan kekurangan. Untuk itulah Tuhan mengutus Anda untuk melengkapi kekurangannya, untuk memperbaiki sisi kelemahannya.</p>
<p>Lupakan saja berbagai kekurangan dan kelemahannya, fokuslah melihat sisi kebaikan dan kelebihannya.</p>
<p><strong>Karakter kelima,</strong> suami ideal memiliki peta kasih yang lengkap terhadap istrinya. Peta kasih yang terperinci tentang pasangan akan memberikan banyak sekali kemanfaatan. Di antara manfaatnya adalah menumbuhsuburkan cinta dan kasih sayang, karena adanya rasa saling percaya. Dengan mengenal secara mendalam tentang berbagai kondisi pasangan, maka yang muncul adalah suasana saling percaya, dan tidak ada dusta atau curiga di antara mereka. Tidak ada sesuatu yang muncul secara tiba-tiba, karena setiap bentuk perubahan sekecil apapun telah mereka ketahui bersama.</p>
<p>Cara yang paling sederhana untuk mengetahui detail perubahan dan perkembangan adalah dengan selalu mengobrol setiap saat, setiap waktu. Biasakan mengobrol, di setiap ada kesempatan, tanpa perlu membatasi atau menentukan tema-tema tertentu untuk diobrolkan. Dari A sampai Z, semua bisa diobrolkan oleh suami dan istri. Dengan cara mengobrol itulah berbagai hal bisa diketahui oleh pasangan. Suami menjadi mengerti pikiran istri, dan istri bisa mengerti pikiran suami.</p>
<p><strong>Karakter keenam,</strong> suami ideal selalu mendekat kepada istri, bukan menjauh. Jika Anda tengah marah kepada istri, atau menyimpan kekesalan kepada istri, apa yang Anda lakukan? Semakin mendekat kepada istri, atau semakin menjauh? Jika pada kondisi seperti itu Anda menuruti emosi, melontarkan kata-kata yang menyakitkan, menampakkan mimik muka merah, apalagi sampai menyakiti fisik istri, artinya Anda menjauh.</p>
<p>Jika istri Anda tengah mengeluhkan sesuatu kepada Anda, bagaimanakah Anda merespon keluhannya? Jika Anda cepat mengkritik, bahkan cepat menyalahkan istri, itu pertanda Anda menjauh darinya. Anda tidak berusaha untuk mendekat dan menenteramkan hatinya, namun justru membuat garis pemisah yang semakin tajam antara Anda dengan istri Anda.</p>
<p>Sebagai suami, teruslah berusaha mendekat istri, jangan menjauh. Saat istri tampak emosional dan marah-marah, dekatilah, peluklah, bisikkan kalimat mesra di telinganya. Jangan diimbangi dengan kemarahan, emosi dan apalagi kekerasan serta kekasaran sikap. Mendekatlah terus kepada istri, dan jangan menjauh.</p>
<p><strong>Karakter ketujuh,</strong> suami ideal memiliki keterampilan praktis kerumahtanggaan. Suami bukan hanya bekerja mencari nafkah untuk menghidupi anak dan istri, sehingga setelah di rumah merasa menjadi manusia bebas yang tidak memiliki tugas dan tanggung jawab apapun untuk dikerjakan. Sesampai di rumah langsung istirahat, bersantai atau tidur karena merasa sudah lelah dalam menjalankan kewajiban mencari nafkah. Seakan-akan semua pekerjaan praktis kerumahtanggaan dengan sendirinya menjadi kewajiban istri.</p>
<p>Sesungguhnyalah pengerjaan kegiatan praktis kerumahtanggaan itu sangat fleksibel, tidak ada ketentuan baku tentangnya. Maka, lakukan musyawarah di rumah untuk membagi peran antara suami, istri, anak-anak, dan pembantu (jika memiliki pembantu rumah tangga). Lebih khusus lagi yang harus disepakati adalah peran suami dan istri di dalam rumah, agar tidak menimbulkan perasaan ketidakadilan.</p>
<p>Bagilah peran secara berkeadilan, melalui proses musyawarah yang penuh suasana kasih sayang, bukan pemaksaan kehendak atau intimidasi. Semua untuk menjaga cinta dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga.</p>
<p><strong>Karakter kedelapan,</strong> suami ideal memberikan kesempatan dan dorongan kepada istri untuk maju, berkembang dan berprestasi. Tidak layak bagi suami untuk menghambat kemajuan dan perkembangan potensi istri. Pernikahan bukanlah lembaga untuk mensterilkan berbagai potensi dan prestasi salah satu pihak. Justru dengan pernikahan itu akan semakin mengoptimalkan berbagai potensi kebaikan dari suami dan istri.</p>
<p>Definisikan format prestasi, dan sepakati bersama dalam keluarga. Setelah ada kesepakatan, maka dukung dan doronglah istri untuk berprestasi. Rayakanlah setiap keberhasilan dan capaian prestasi suami dan istri, dalam suasana kehangatan cinta dan kasih sayang. Apabila suami mencapai peningkatan prestasi, itu karena dukungan dan dorongan istri serta anak-anak. Apabila istri mencapai puncak prestasi, itu karena dukungan dan dorongan suami serta anak-anak. Semua pihak merasa gembira, berbangga dan mampu merayakannya.</p>
<p><strong>Karakter kesembilan,</strong> suami ideal selalu tampak “young and fresh” di hadapan istri. Banyak suami yang menuntut istri dalam bentuk yang perfect, seperti harus selalu wangi, segar, harum, berdandan menarik, berpenampilan menyenangkan, dan lain sebagainya. Namun dirinya sendiri tampak tidak memperhatikan penampilan saat di rumah. Bau keringat yang menyengat, penampilan yang apa adanya, tidak menampakkan kerapian dan keserasian dalam berpakaian, menjadi sesuatu yang khas saat di rumah.</p>
<p>Tidak layak semua tenaga, pikiran dan perhatian Anda habiskan di kantor dan di tempat berkegiatan di luar rumah. Sementara Anda pulang dengan membawa tenaga sisa, pikiran sisa, hati sisa, dan perhatian sisa. Cinta dan kasih sayang seperti apa yang Anda harapkan tumbuh berkembang di dalam kehidupan keluarga apabila semua dibangun di atas sisa-sisa?</p>
<p>Jangan bawa beban masalah dari luar rumah masuk ke dalam rumah Anda. Sebanyak apapun rasa lelah Anda dari melaksanakan aktivitas seharian, pulanglah ke rumah dalam kondisi segar dan bergairah menemui istri serta anak-anak.</p>
<p><strong>Karakter kesepuluh</strong>, suami ideal selalu memperbarui motivasi dan menguatkan kembali makna ikatan dengan istri. Menikah, awalnya adalah sebuah akad, atau ikatan. Prosesi nikah yang sakral itu hakikatnya adalah sebuah ikrar dan perjanjian agung atas nama Tuhan, diresmikan oleh negara, disaksikan oleh orang tua, keluarga, kerabat, sahabat, tetangga dan sanak saudara. Sedemikian sakral prosesi pernikahan, tampak dari banyaknya pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.</p>
<p>Motivasi menikah adalah ibadah, bagian dari pelaksanaan aturan Ketuhanan, yang kemudian secara teknis administrasi diatur oleh negara. Sejak awal, motivasi ini telah diwujudkan dan dikokohkan dalam sebentuk ucapan atau ikrar, saat melaksanakan akad nikah di depan petugas pernikahan. Dalam perjalanan kehidupan berumah tangga, ikatan ini bisa mengendur dan melemah, maka harus selalu disegarkan dan dikuatkan.</p>
<p>Demikianlah ringkasan keterangan sepuluh karakter suami ideal. Semoga ada manfaatnya untuk membawa kita menuju kondisi yang lebih baik.</p>
<p>by: cahyaditakariawan</p>
<p>source: dakwatuna</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rotigedang.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rotigedang.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rotigedang.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rotigedang.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rotigedang.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rotigedang.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rotigedang.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rotigedang.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rotigedang.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rotigedang.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rotigedang.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rotigedang.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rotigedang.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rotigedang.wordpress.com/417/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rotigedang.wordpress.com&amp;blog=2933357&amp;post=417&amp;subd=rotigedang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rotigedang.wordpress.com/2011/10/27/sepuluh-karakter-suami-ideal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/18301f02978b6e3e838b0d5b4f21799d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rotigedang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rotigedang.files.wordpress.com/2011/10/keluarga-islami1.jpg?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">keluarga-islami</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
