Sepertiga Muslim di Eropa Alami Diskriminasi

May 30, 2009

Sepertiga Muslim di Eropa Alami Diskriminasi

diskriminasi_muslimeropa

Diskriminasi terhadap umat Islam di Eropa ibarat fenomena gunung es, kasus yang ada lebih banyak dari yang terlihat di permukaan, demikian laporan sebuah kelompok HAM uni Eropa.

Dalam sebuah survey yang dilakukan tehadap penduduk Islam di 14 anggota negara Uni Eropa, Agency for Fundamental Rights (FRA) mengatakan bahwa satu per tiga dari mereka yang didata telah menjadi korban diskriminasi selama tahun lalu, dan 11 % pernah mengalami kriminalitas bermotif rasialis.

Kebanyakan dari diskriminasi yang terjadi tidak dilaporkan ke polisi karena kebanyakan umat Islam di sana yakin bahwa polisi tidak akan bertindak apa-apa setelah mendapat laporan pengaduan.

Agensi tersebut tersebut juga meminta pemerintah negara Eropa untuk meningkatkan kepedulian terhadap penduduk Muslim terhadap hak-hak mereka dan penindaklanjutan laporan kriminal yang terjadi.

Organisasi tersebut juga menyatakan bahwa tingkat diskriminasi tertinggi terjadi di tempat kerja, dan telah berada dalam tingkat yang mengkhawatirkan.

Morten Kjaerum, direktur FRA mengatakan, ” Pekerjaan adalah bagian kunci dari proses integrasi. Memberikan kontribusi sentral bagi migran untuk bersosialisasi dan membuat kontribusi yang nyata. Diskriminasi dapat menghambat proses integrasi. “

Umat Islam dalam kisaran usia 16 hingga 24 tahun lebih banyak mengalami diskriminasi dibandingkan dengan kelompok usia yang lain.  Dalam akhir laporannya, Kjaerum menyatakan bahwa seluruh korban rasialis harus memiliki akses untk mendapatkan keadilan, tidak hanya secara teori tetapi juga prakteknya.
(muslimdaily.net/dkr/aljzr)


Hari Ngamen dan Ngemis Akbar

April 24, 2009

ngemisDi hari jum’at ada pemandangan menarik di sekitar kota daerah tempat tinggalku Solo. Di pasar-pasar, di toko-toko, di jalan-jalan utama.

What is that? Opo kuwi?

Ternyata di hari Jum’at, para pengemis dan pengamen beraksi berbarengan. Wuh, mungkin si pemilik toko perlu sedia puluhan ribu rupiah uang receh untuk diberikan kepada mereka.

Miris melihatnya, saat melewati sebuah daerah di barat masjid Agung yang terdapat banyak toko, aku lihat ibu-ibu menenteng… eh menggendong anak bayinya yang terlihat begitu manis dan lucu untuk mengemis. Ya dari segi tampang mereka terlihat sehat-sehat. Entah itu bayi anaknya sendiri atau anak sewaan, yah hari gini mah banyak anak yang disewakan untuk ngemis.

Selain para pengemis, tentunya para pengamen ikut beraksi, pernah suatu ketika aku nganterin Bulek ke pasar Gede dan nungguin di depan sebuah toko. Gak henti-hentinya rombongan pengamen yang gagah2 dan cantik2 (emang cantik????), silih berganti masuk toko. Apa mereka ini satu desa, sat klompok, atau satu perusahaan jasa ngamen dan ngemis ya??? hatiku jadi bertanya-tanya.

Prihatin, ……… , itulah mungkin satu kata yang bisa kita ucapkan saat ini dan berdoa tentunya.

Dalam pikiran saya, berbagai lembaga zakat yang ada tentunya bisa mengakomodir masalah ini. Mengingat mungkin sudah ada belasan lembaga semacam ini yang aku tahu hadir di Solo, ayoo.. ayoo.. ayooo….. ayoooo bantu …..!!!!!!!!!


A letter that a mujahid wrote to his wife…

April 22, 2009
beautiful veiled woman

Dedicated to my princess,

You never once complained when you knew that we would have nothing…
You were content on having only little that you needed
Where others would have left or moaned, you never once let out a sigh…
you understand that what was written what we would eat
I never complained about what was put in front of me…
As I knew it was your hands that brought it to me
When I had nothing, I had you.
You put your trust in your Rabb and in turn you followed me
Never did I have to wonder about you as my secrets, my honor and my Deen were safe with you.
We both know what hardships you faced just by being with me,
But not a word did you speak
You were strong and in turn made me strong.
Like a vanguard for this Ummah, you concealed yourself.
Where others would rush to please their desires, you were the essence of Taqwa.
Life was so easy with you, and it came so naturally.
You were the extension of me and I would never need to finish my words as who knew me better than you?
You knew your place which was by my side
It is the little things that make the person and you would easily have kept me going for a life time
The way you would look at me with fire in your eyes showed me that I was the only one for you.
You stole my heart and hide it away.
I love your jealousy and i loved tease you with the thought of others just so I could know how dear I was to you.
What chance did Shaytan have when you would ensure that fajr was the easiest of the salahs.
I loved that you would forsake me in an instant to fast a voluntary fast.
I loved that the Haq was dearer to you that my life and those of our jewels.
Watching you makes me laugh as I wonder if my heart will ever want another as I see you feed my child, as you lift her out of the bath, as you wipe her little nose and the face she pulls.
You will never find a diamond in the hands of another in the same way our diamond deserves to be carried in your hands.
We could have it all my love but who sells Paradise for an hour passing pleasure? Not us Read the rest of this entry »