* Sai yang semula dilakukan antara bukit Shafa dan Marwah dipindah ke Jabal Qubais dan Qararah.

* Sai yang semula dilakukan antara bukit Shafa dan Marwah dipindah ke Jabal Qubais dan Qararah.

SEMARANG–Sekitar 150 ulama akan membahas keabsahan ibadah haji menyusul pemindahan beberapa tempat pelaksanaan rukun haji yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi. Hasil ijmak ulama ini akan dijadikan panduan untuk menenangkan umat Islam yang khawatir ibadah hajinya tidak sah karena tidak melaksanakan wajib atau rukun haji pada tempat yang telah ditetapkan.

Pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, K.H. Mahfudz Ridwan, dalam keterangan tertulis pada Ahad (13/4) menyatakan pembahasan itu akan dipandu Rais Syuriah PBNU/Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Rembang, KH A Mustofa Bisri, dan Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang, KH Abdurrohman Chudlori.

Beberapa tempat rukun dan wajib haji yang dipindah, antara lain tempat melontar jumrah di Mina, tempat mabit (menginap) di Mina yang sekarang bergeser ke Muzdalifah, dan tempat sai yang semula di antara Bukit Shafa dan Marwah menjadi antara Jabal Abu Qubais dan Qararah. Pergeseran tempat sai ini dilakukan bersamaan dengan perluasan areal Masjidil Haram.

Perubahan tersebut, menurut Mahfudz, pasti akan menimbulkan banyak pertanyaan dari umat Islam, terutama mengenai sah dan tidaknya pelaksanaan ibadah haji yang akan mereka jalani. Berdasarkan pemahaman hukum fikih, apabila seseorang tidak dapat melaksanakan salah satu rukun haji, secara keseluruhan ibadah hajinya batal alias tidak sah.

Pemindahan tempat sai yang dalam teks Alquran disebutkan dengan jelas bahwa tempat sai di antara Bukit Shafa dan Marwah, katanya, akan memunculkan keresahan umat Islam. Karena, sai sebagai salah satu rukun haji tidak akan berada pada tempat sebagaimana yang telah ditetapkan aturan Islam. Begitu pun dengan mabit di Mina dan lainnya. ”Terhadap permasalahan tersebut, para ulama dan juga ormas keagamaan Islam, seperti NU, Muhammadiyah, dan lainnya, harus segera merumuskan kebijakan dan sikap yang pasti,” kata Mahfudz.

Karena itu, menurut dia, para ulama perlu segera melakukan kajian mendalam mengenai aturan-aturan pelaksanaan ibadah haji berdasarkan Alquran dan sunah Nabi Muhammad untuk membuat konsensus (ijmak), guna menetapkan hukum sah atau tidaknya pelaksanaan ibadah haji yang sebagian tempatnya sudah diubah oleh Pemerintah Arab Saudi.

Konsensus ulama, kata dia, diharapkan menghindarkan umat Islam dari kecemasan dan keraguan berkepanjangan. Apabila hasil ijmak para ulama menetapkan perubahan sebagian tempat pelaksanaan ibadah haji menyebabkan batalnya keabsahan haji, Pemerintah Indonesia berkewajiban mengajak pemerintah negara-negara Islam di dunia untuk mendesak Kerajaan Arab Saudi agar mengembalikan tempat-tempat pelaksanaan ibadah haji pada asalnya.

Namun, katanya, apabila hasil ijmak para ulama menetapkan perubahan sebagian tempat pelaksanaan ibadah haji tersebut tidak memengaruhi keabsahan haji, perlu dilakukan sosialisasi kepada umat Islam secara luas.

Sebagai wujud tanggung jawab kepada umat Islam, Mahfudz Ridwan mengundang kiai-kiai dan para pengelola kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) se-Jawa Tengah dalam kegiatan muhadharoh (semacam seminar) untuk membahas permasalahan tersebut pada 15 April 2008 di Pondok Pesantren Edi Mancoro Gedangan, Kabupaten Semarang.

”Saya juga berharap Kakanwil Depag Jateng dapat menghadiri kegiatan ini, dengan harapan nantinya dapat menyampaikan hasil pembahasan permasalahan tersebut kepada Pemerintah RI melalui Departemen Agama,” kata Mahfudz lagi. ant/tid

Senin, 14 April 2008 http://www.republika.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s