Istri Habib Rizieq:Gus Dur Kok Juga Nggak Ditangkap Polisi

Jakarta – Sebagai istri Ketua FPI Habib Rizieq, Syarifah Fadlun sudah menyadari segala risiko yang akan ditanggungnya. Di matanya, Habib Rizieq hanya dijadikan kambing hitam, dari akar masalah yang tidak pernah disentuh.

Syarifah menerima detikcom dan Astro TV dengan ramah di bagian belakang rumahnya, Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, Rabu (4/6/2008).

Bagian belakang rumah yang berisi dapur itu, tampak sibuk. Sejumlah ibu-ibu yang bergiat di dapur itu terlihat memasak. Beberapa bahan makanan seperti beras dan lainnya bertumpuk di ruangan itu.

Di bagian dinding ruang belakang rumah yang berukuran 5×10 meter persegi itu, terpampang foto keluarga berukuran 1×2 meter persegi. Tampak Habib Rizieq berpose dengan istri dan ketujuh putrinya yang semuanya berjilbab.

Syarifah yang didampingi putri pertamanya, Aida, tampak cantik mengenakan abaya dan jilbab hitam. Berikut wawancara lengkap dengan Syarifah:

Bagaimana Ibu menyikapi pemberitaan media soal FPI dan suami Ibu?

Pemberitaan media terlalu dibesar-besarkan. Dan terlalu menyudutkan. Seolah-olah Habib yang salah.

Sebenarnya keseharian Habib seperti apa, Bu?

Ya biasa saja. Seperti orang-orang pada umumnya. Tidak seperti pemberitaan-pemberitaan selama ini.

Apa Habib sudah memberi kabar tentang perkembangan pemeriksaan di Polda Metro Jaya?

Belum. Beliau belum memberi kabar ke saya. Biasanya kalau ditahan saya kan dapat surat.

Kalau benar Habib menjadi tersangka dan ditahan, perasaan Ibu bagaimana?

Ya sebagai pejuang Islam, itu sudah menjadi risiko perjuangan. Saya sudah pengalaman seperti ini. Tapi yang paling penting, syariat Islam harus ditegakkan, dan tidak diskriminatif.

Memang Ibu saat ini melihatnya seperti apa?

Saya kok melihat, ini kayaknya ada tekanan dari AS. Kayaknya dibikin ke situ. Habib seolah-olah yang bersalah. Padahal harus dilihat dulu akar masalahnya.

Peristiwa ini terjadi kan, karena Presiden SBY belum segera mengeluarkan SK Ahmadiyah. Kami menunggu dan meminta Presiden SBY, untuk segera mengeluarkan SK tersebut.

Bagaimana dengan kekerasan FPI yang muncul di media pada 1 Juni 2008 lalu?

Menurut saya itu spontanitas. Mereka (FPI) disebut laskar setan, laskar kafir. Jadi sebagai anak muda, mereka terpancing dan berbuat seperti itu. Saya heran, yang benar kok dibilang sesat. Sedang yang sesat dibilang benar.

Kenapa Gus Dur kok juga nggak ditangkap? Padahal dia bela aliran sesat Ahmadiyah. Kok yang ditangkap FPI saja. Padahal yang lain (AKKBB) bawa senjata kok malah nggak ditangkap, dibiarkan begitu saja.

Aida pun turut buka suara ketika detikcom bertanya tentang ayahandanya.

“Saya bangga sebagai anak. Jarang-jarang ada orang yang mau menyatakan kebenaran. Padahal menurut Rasul, jika kita melihat kemungkaran, harus dicegah dengan tangan. Kalau tidak bisa, dengan lisan. Jika itu juga nggak bisa, dengan hati. Padahal dengan hati itu menunjukkan keimanan yang paling lemah,” ujar gadis SMU jelita ini

rmd/dtk

8 responses

  1. Ak amat sangat setuju kalo FPI DIBUBARKAN, ga da manfaat malah nambah rusuh, menjelekkan citra islam secara umum, Allah punya cara sendiri u memberi hukuman pd umatnya yg sesat. Nahi munkar itu ga pake kekerasan, dakwahlah dng cara yg santun bukan dng memaksa (merusak diskotik dl) kalo org diajak berbuat kebaikan gak mau, ya sudah, bukankah tanggung jawab kita sebatas mengingatkan, dan semuanya berpulang pd Allah siapa yg benar dan siapa yg salah, Dakwah FPI sama sekali gak efektif, ga ada manfaatnya, kalo FPI bangun RS, sekolah, panti asuhan, masjid, itu baru dakwah yang bermanfaat. FPI ga bisa dibandingkan dng GP ansor, NU, muhammadiyah. FPI terlalu kecil dan basis massanya kaum minoritas (org yg suka kekerasan/preman), pahamilah bahwa mayoritas bangsa indonesia menyukai keselarasan dan keharmonisan, itu value msyrkt kita, kalo dakwah dng cara kasar ga kan diterima.

    yg dibela Gus Dur itu bukan Ahmadiyah tp KEBEBASAN BERAGAMA DAN BERKEYAKINAN, biar pihak yg punya otoritas(MUI) saja yg memutuskan.

  2. i’m big fans of Gus Dur, i love his thought, he’s such great leader 4 me. Pliz try to understand his thought. Beliau seniman, ulama, negarawan, karena latar belakang he has wide perspective. sulit mencari tokoh yang ‘sepintar’ beliau. bayangkan, umur 14 th sudah katam ‘das kapital’, kitab kuning dan bacaan berat lainnya, menguasai 6 bahasa asing, sekolah di mesir dan US. No wonder kalo pergaulannya luas. Ibaratnya kalo lari (dng start Merauke) Gus Dur dah sampai Hong Kong lha ketua FPI (lupa namanya) baru sampai Biak,Papua, alias ilmunya gak sebanding makanya gak nyambung. Dalam menafsirkan firman Allah pun mereka pasti beda pendapat, amar ma’ruf nahi munkar itu menurut Gus Dur gini2….. kalo menurut ketua FPI itu gni2… jihad itu menurut Gus gni2…kalo menurut ketua FPI gni2…lihat kasus amrozi cs, dia kira keren bisa meledakkan bali dng bom, dia pikir itu jihad, menurutku itu bkn jihad tp jahad. Pke bom itu di Aghan, Irak, ato Lebanon, bukan di negara sendiri. VIOLENCE IN THE NAME OF ISLAM IS NOT JIHAD IN ANY SENSE, this’s my thought. Hati2 dalam menafsirkan firman Allah.

  3. saya akaui secara otak si dur itu pintar, tapi kepintarannya digunakan untuk membodohi umat, bekerjasama dengan kaum kafir, memutarbalikkan ayat dan hadis untk kepentingannya sendiri. merasa punya masa, sehingga mencoba untk mengadu domba umat islam sendiri. coba dilihat kisruh pkb, yang bikin kacau ya dia sendiri.

  4. amar ma’ruf nahi munkar memang berat, fpi telah melakukannya walupun dengan beberapa koreksi. tidak banyak organisasi yang berani menyuarakan kebenaran seperti fpi,. maju terus fpi dan organisasi islam pejuang syariat yang lain. luruskan barisan maju untk perubahan

  5. gw stuju sm llei bahwa FPI dibubarkan, tapi itu bila AKKBB dibubarkan,dan bila masalah Ahmadiyah diselesaikan dg tuntas😛
    llei said:
    “yg dibela Gus Dur itu bukan Ahmadiyah tp KEBEBASAN BERAGAMA DAN BERKEYAKINAN”
    well jelas disini, kt KEBEBASAN gak pas, yg bener: PENODAAN atau lebih pasnya lagi PENISTAAN
    En gw juga gak stuju sama rotigedang yang blg si dur “pintar”, menurut gw kt yang lebih cocok disini adh “picik”😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s