Mengapa Harus Golput ?

Indonesia, sebuah negara yang menganut paham demokrasi, menggunakan pemilu sebagai sarana implementasinya dalam menciptakan sebuah kepemimpinan. Suata langkah baru sejak era reformasi bergulir tahun 1998.

Bagi negara kaya tapi miskin ini, keberadaan pemilu bak pesta rakyat yang sangat mewah. Kenapa mewah? Jelas ini karena dana yang dilibatkan untuk pemilu sedemekian besar, sehingga panitia pengawas pemilu pun bingung memeriksa asal dana kampanye masing-masing parpol atau pun caln pemimpin yang ada.
Mulai dari Lurah, Bupati/walikota, gubernur hingga pesiden, dpr/mpr. Kalau bener-bener dikalkulasi entah berapa duit yang digelontorkan. Tentunya duit sebesar itu ada pos pembelanjaan yang lebih baik menurut saya, ari pada untuk bikin kaos, baliho, iklan di tv, radio, koran. Borosssss.
Fenomena Golput

Berbanding terbalik dengan antusiasme kalangan ”elit” yang memanfaatkan demokrasi untuk kepentingan uang semata dan juga kegagahan kekuasaan, antusiasme rakyat untuk ikut pemilu semakin hari semakin berkurang.
Jujur aku nggak punya data riil prosentasi golput ( tanya sendiri ke KPU sana ), tetapi beberapa laporan berita TV mengindikan hal yang seperti itu. Kenapa ini bisa terjadi?

Banyak alasan mengapa golput ada. Beberapa waktu lalu tokoh nasional yang sok kepinteran dan merasa punya banyak pendukung yang kenyataannya bodoh, menyuruh pendukungnya golput pada pemilu 2009 yang akan datang. Hal ini karena setelah dia mengobrak-abrik partainya sendiri yang tidak bisa bangkit-bangkit, dan menjungkirbalikkan keponakannya kemudian di gugat dan dipengadilan lalu kalah. Ya mungkin frustasilah. Karena punya masa pendukung maka angka golputpun semakin tinggi mungkin.
Menurut pendapat saya, berdasarkan pengamatan yang mendalam ( sedalam samudara pasifik ) ada beberapa faktor penyebab golput:
1. Masyarakat tidak tahu lokasi coblosan, hal ini bisa terjadi karena kurang informasi
2. masyarakat tidak tahu kapan coblosan berlangsung, hal ini mungkin karena kelupaan nonton sepak bola.
3. masyarakat sudah tidak percaya pada pemimpin. Para pemimpin yang ada terbukti Cuma janji-janji doang, sedikit dari programnya yang terpenuhi bahkan nggak berhasil sama sekali. Sudah jelas ini.
4. masyarakat beranggapan siapun pemimpinnya sama-saja, tidak membawa perubahan yang berarti. Apa tho perubahan itu? Pendidikan gratis, biaya kesehatan gratis, sandang pangan gratis, punya rumah baru, punya mobil baru, nggak ada kriminalitas, nggak ada pornogrfi, nggak ada kesyirikan, nggak ada pancasila, nggak ada kepalsuan, itu perubahan.
5. masyarakat mulai sadar bahwa sistem demokrasi itu sistem yang jelek. Kalau yang ini mungkin sedikit, tapi punya peran penting menyebarkan virus ke orang lain. Karena sebenarnya sudah ada cara jitu lain yang bisa dengan baik dijalankan, tetapi pada nggak mau. Ya sudah

Itu mungkin sekelumit alasan pada golput selain anjuran sang tokoh. Tapi bagaimana dengan anda?????
Silahkan cari sendiri solusinya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

4 responses

  1. demokrasi : kufur
    berhukum bukan pd hukum Alloh

    bila mayoritas rampok jadilah negara rampok
    bila mayoritas germo jd negara germo
    bila mayoritas bodoh, abangan, suka tawur, korup, porno, kejawen dll

    paling baik KHALIFAH, 1 orang terbaik membimbing semua berdasar Quran + Sunnah,

  2. tau gak knapa bnyak yang golput???

    alasannya simpel…orang2 bilang…
    “Ngapain kita bingung milih wakil rakyat yang ada disana??orang wakil rakyat yang di DPR aja gak mikirin kita…ya gak??”

    sungguh terenyuh melihat siaran di televisi kemarin,disitu disiarkan bahwa pada saat anggota dewan yang lagi rapat nyusun UU, yang hadir hanya PULUHAN orang aja, yang lain cuma datang absen doang…trus sampe2 makanannya dimakan kucing…
    Bayangin…kucing aja rajin ikut rapat di dewan, walopun gak dibayar men!!!
    trus mental wakil rakyat kita apa lebih rendah daripada kucing ya???ya…moga2 aja nggak… malu tau kalo punya wakil rakyat kayak gitu….

    alasan para wkil rakyat yang nggak mau rapat itu juga simpel…mereka bilang
    “Lha wong rapatnya aja mbulet,trus lama pisan…”

    kalo gitu critanya mending gak usah jadi wakil rakyat aja gimana???

    SETUJU NGGAK????

    —-> SETUJU….. =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s