SISI POSITIF FPI

SISI POSITIF FPI
Oleh : Aris

SISI POSITIF FPI

Front Pembela Islam (FPI) selama ini memang lebih dikenal dengan aksi kekerasannya, seperti aksi pembubaran tempat maksiat secara paksa, penggerebekan tempat-tempat perjudian, perusakan warung penjual minuman keras, penghancuran lokalisasi-lokalisasi tempat praktek perbuatan terkutuk, sampai kasus kekerasan di monas yang terjadi pada 1 Juni 2008.

Secara obyektif, kita memang tidak bisa memungkiri bahwa aksi-aksi FPI tersebut merupakan aksi kekerasan. Akan tetapi, apabila kita berpikir sedikit lebih kritis, akan kita dapatkan bahwa aksi-aksi FPI tersebut merupakan reaksi real FPI dalam menyikapi kamandulan aparat kepolisian. Polisi yang seharusnya menangani tugas pemberantasan maksiat, yaitu tindakan-tindakan melanggar hukum di negeri tercinta ini, malah nyaris tidak berbuat apapun. FPI sebagai organisasi Islam hanya mewakili keseluruhan umat Islam menjalankan seruan amar makruf nahi mungkar dalam agama demi mempertahankan kemakmuran negeri ini.

Kita sebagai penduduk Negeri Indonesia yang makmur ini tidak boleh diam ketika melihat maksiat dan kemungkaran di hadapan kita. Apapun kemaksiatan itu, maka wajib kita tolak dan pungkiri. Allah swt telah berfirman dalam Al-Quran:

وَاتَّقُوْا فِتْنَةً لاَ تُصِيْبَنَّ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ.

الأنفال (8): 33.

Artinya:

Dan takutlah kalian terhadap fitnah yang tidak menimpa orang-orang dholim di antara kalian saja, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pedih Siksanya.

Al-Anfal (8): 33.

Ayat di atas menunujukkan kepada kita bahwa akibat perbuatan jelek atau mungkar itu tidak hanya menimpa orang-orang yang melakukannya saja, tetapi juga orang lain yang tidak tahu apapun. Dengan demikian, kalau kita menginginkan negeri Indonesia yang makmur ini tidak menjadi negeri yang rusak dan penuh musibah akibat ulah maksiat segelintir orang, maka wajib bagi kita untuk menjaganya. Salah satu bentuk menjaga bumi Indonesia biar tetap makmur adalah dengan mencegah orang-orang yang berbuat maksiat sebelum murka Allah turun. Kalau murka / siksa Allah sudah turun, bisa jadi orang-orang yang tidak tahu apapun juga terkena imbasnya.

FPI sebagai organisasi Islam tidak hanya berkiprah dalam hal pemberantasan kemaksiatan yang diidentikkan dengan kekerasan. Bahkan sejarah mencatat bahwa FPI membawa nama harum dalam aksi kemanusiaan ketika musibah tsunami di Aceh.

Koran Tempo 12 Januari 2005 menjelaskan: Dalam peristiwa bencana tsunami di Aceh, FPI justru membuahkan hasil yang menggembirakan. Berkaos putih dengan tulisan ‘Duka Aceh, Duka Kita Semua’, setiap pagi ratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) keluar dari sarangnya di Taman Makam Pahlawan, kawasan Peuniti, Banda Aceh.

Ustadz Mahsuni Kaloko, sebagai Kepala Operasional Relawan FPI yang menginjakkan kaki di Aceh, Kamis (30/12) bercerita bahwa langkah awal yang menjadi pekerjaan FPI begitu turun dari pesawat adalah membersihkan Masjid Raya Baiturrahman dan ada 50 mayat yang saat itu terserak di sana. Di masjid terbesar yang menjadi ikon kota Banda Aceh itu, FPI mendirikan posko bersama 175 orang lain dari HTI, FPI, PII, GPI, MMI, dan Mer-C. “Kami bekerja keras, sehingga setelah menyucikan masjid pada Jum’at (31/12), 30 jam kemudian adzan pertama berkumandang pasca bencana,”kenangnya.

Akan tetapi pada Minggu (2/1) saat masjid itu akan dicat, FPI menyingkir ke Masjid di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Banda Aceh. Ketika jumlah relawan yang datang bertambah 241 orang dengan menumpang KM Egon dan 75 relawan lainnya dengan bis dari Medan, mereka pun membuka tenda-tenda besar dan kecil yang ada di kuburan itu. Pos logistik didirikan tepat di depan TMP.

Adapun tugas FPI di kota bencana tersebut adalah evakuasi mayat. Ustadz Sobri Lubis, salah satu Ketua FPI Pusat saat ditemui Tempo di tenda TMP mengatakan “FPI memang memrioritaskan evakuasi mayat, kami sengaja mengambil pekerjaan yang berat ini karena kami melihat sedikitnya relawan yang bersedia bekerja sungguh-sungguh dalam hal ini.”

Ketua Umum FPI Habib M. Rizieq Shihab tidak mau kalah dalam aksi kemanusiaan di Aceh. Beliau turun langsung ke lapangan untuk ikut melakukan evakuasi mayat. Habib Rizieq sekarang sedang evakusi mayat di Lambro Skip, “kata Ustadz Sobri Lubis yang ditemui Tempo di tenda TMP.

Dalam rencana FPI, seorang relawan minimal harus berada di Aceh selama sebulan. Sampai kapan? “Kami akan terus bergiliran datang sampai Aceh benar-benar pulih,”katanya.

Senin , 30/06/2008 | 10:46:03

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s