Orang kristen dekat dengan muslimin?????

Sering kita dapati banyak orang, terutama dari kalangan liberal menafsirkan ayat dari surat Al-Maidah:82, dengan mengatakan bahwa orang nashara/Kristen itu hatinya baik dan dekat dengan muslimin. Tetapi tentutnya harus kita gali lagi makna sebenarnya dari tafsir ayat tersebut.

Menafsiri surata Al-Maidah:82 harus diakaitkan dengan beberap ayat setelahnya seperti rangkaian surat berikut.

82. Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani.” Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.

83. Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s.a.w.).

84. Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh ?.”
85. Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).

86. Dan orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka

Itulah rangkaian ayat dari ayat 82 – 86 surat Al Maidah yang harus ditafsirkan secara komperhensif, bukan sepenggal-sepenggal.

Ibnu Abbas berkata,”Ayat-ayat ini turun mengenai kejadian pada raja najasyi dan kawan-kawannya ketika dibacakan ayat-ayat Al Quran oleh Ja’far bin Abi Thalib di Habasyah(Ethiopia) sehingga mereka menangis dan membasahi jenggotnya.”

Sementara dari riwayat Said bin Jubair dan Assudi bahwa ayat ini berkenan dengan datangnya utusan raja Najasyi kepada Rasulullah untuk mendengar Al Quran dan ajran Islam dari Nabi dan ketika itu mereka menangis dan langsung masuk Islam. Dan kemudian memberitahukannya kepada rajanya.

Yang menjadi titik yang dipelesatkan adalah bahwa orang-orang nashara itu dekat dengan muslimin, tentunya harus kita tanya dulu, dekat yang bagaimana?

Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani.” Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri. 82

Maksudnya adalah orang-orang yang nashara/kristen yang mereka itu adalah pencari kebenaran terhadap ajaran mereka, sehingga dengan ilmu mereka mereka menjadi rendah hati dan akhirnya setelah mendapati kebenaran dalam Al Quran mereka pun berislam, seperti dalam keterangan Azbabun Nuzulnya.

Telah pula Allah jelaskan dalam surat Al Hadid:27

Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang- orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik

Yang dimaksud dengan Rahbaniyah ialah tidak beristeri atau tidak bersuami dan mengurung diri dalam biara.

Selain itu kita juga perlu membuka surat Al Qoshos ayat 53

Dan apabila dibacakan (Al Quran itu) kepada mereka, mereka berkata: “Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya).

Perlu kita ketahui bahwa Allah telah memberikan keterangan dalam injil yang benar bahwa akan datang seorang rosul setelah nabi Isa, sehingga masih terdapat orang-orang yang mencarinya ( rosul itu) dan mereka orang yang tidak sombong.

Sombong dalam penjelasan Nabi Muhammad adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.

Jadi maksud orang nashara diatas adalah orang yang tidak sombong, artinya mengakui kebenaran Islam dan tidak dengki. Tidak sebagaimana kenyataan yang ada saat ini. Injil yang ada merupakan injil karangan manusia yang telah jauh dari isi injil yang asli. Dan bila ditanya, apakah ada orang kristen yang mau menunndukkan hatinya menerima kebenaran Islam dan berislam secara kaffah? Tentunya saat ini jarang kita temui yang seperti itu.

Tidak ada Kontradiksi

Selain ditafsirkan secara serampangan, ayat ini juga sering menjadi dasar kaum orientalis yang membenci Islam dengan menyebut bahwa ayat-ayat AL Qiran saling berkontradiksi.

Memang, setelah ditafsirkan dengan salah dan disejajarkan dengan ayat lain, Al Baqarah ayat 120 maka nampak sesuatu yang ganjil.

Al Baqoroh:120, Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu

Namun bila kita kembali kepada penafsiran yang benar, maka tidak akan kita temui kontradiksi tersebut. Sudah sejals orang yahudi dan nashara/kristen itu tidak akan rela kepada umat Islam sehingga kita umat Islam mengikuti agama mereka, paham mereka dan kebiasaan mereka.

Dua Keberuntungan

Sesungguhnya bila orang-orang kristen itu mau menerima kebenaran mereka kan mendapat dua keuntungan.

Mereka itu diberi pahala dua kali[1128] disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan. AL Qoshos:54

1128;Mereka diberi pahala dua kali ialah: Kali pertama karena mereka beriman kepada Taurat dan kali yang kedua ialah karena mereka beriman kepada Al Quran.

Jadi mereka mendapatkan dua keberuntungan, tafsir lainnya adalah dosa mereka sebelumnya dihapus karena masuk Islam dan pahala mereka sebelumnya tetap dihitung.

Wallahu’alam bishowab.

Source:terjemah singkat Ibnu Katsir

One response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s