Presiden Turki Copot Puluhan Rektor Pro Sekular di Turki

Posted : Sabtu, 09/08/2008 | 15:01:39

 Presiden Turki Abdullah Gul merekomendasikan surat pengangkatan 21 Rektor Universitas Negeri di Turki yang baru, menggantikan para Rektor yang lama. Sebagian besar Rektor yang diganti adalah para tokoh yang terkenal pendukung sekularisme dan pengecam keras berbagai kebijakan pemerintahan Partai AKP.
Diantara para Rektor yang diganti adalah Rektor Universitas Republik, Rektor Universitas 9 September dan Rektor Universitas 19 Mei. Ketiga Universitas ini terkenal dengan sikap-sikap kerasnya terhadap aliran dan aktivis Islam serta pendukung setia sekularisme Attaturk.

Kebijakan Presiden Turki tersebut mendapat kecaman dari puluhan Dekan dan Rektor yang pro sekularisme Attaturk, karena dituduh ingin membasmi habis akar sekularisme di kampus-kampus, mengingat kebanyakan Rektor yang diganti adalah mereka yang menentang pencabutan larangan berjilbab bagi mahasiswinya dan pendukung sekularisme.

Empat Dekan, 14 guru besar dan seorang Rektor di beberapa Universitas Negeri Turki pada Kamis (7/8) beramai-ramai mengajukan pengunduran diri sebagai protes atas kebijakan mutasi besar-besaran itu. Para Dekan dan Rektor itu menuduh Presiden Turki Abdullah Gul ingin membasmi tokoh-tokoh pro-sekularisme di kampus-kampus, mengingat para rektor yang baru yang telah disetujui beraliran anti sekularisme dan demokrasi modern. Beberapa Dekan dan Guru Besar yang pro-sekularisme juga melakukan aksi demo di depan kampus Universitas Teknik Timur Tengah di Istambul. Dalam pernyataan persnya, mereka menuduh pemerintah Turki tidak professional dalam mengangkat Rektor dan tidak memahami kebutuhan Universitas modern. Sementara mantan Rektor Universitas 9 September malah menolak melakukan serah terima jabatan kepada penggantinya.

Profesor Farouq Qaradugan, mantan rektor Universitas Ghazii, menilai kebijakan Presiden Gul itu sebagai kudeta terhadap sekularisme di kalangan kampus dan silsilah dari serangan Partai Keadilan dan Pembangunan, lembaga kepresidenan dan Parlemen Turki untuk membabat habis sekularisme di Turki.

Namun sikap protes puluhan Dekan dan Rektor itu ditepis oleh Ketua Dewan Tinggi Urusan Pendidikan Tinggi Turki, Dr. Yusuf Dhia Azuzan yang mengatakan bahwa tidak ada intervensi dari pihak Departemen Pendidikan Turki, karena calon-calon rektor yang baru itu hasil dari pemilihan umum di kampus, sehingga tergantung dari para mahasiswa yang memilihnya. Sedangkan Presiden Gul hanya memilih diantara para calon rektor yang ada dalam daftar calon hasil pemilu.

Disisi lain, kebijakan Presiden Turki ini tampaknya akan menghangatkan kembali suasana Turki dengan konflik baru antara kubu sekularisme dengan kubu Partai AKP yang berbasis Islam. (fkr/si) mdnews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s