Shalat Milyuner

Shalat Milyuner

Di antara sholat sunnah non-rowatib adalah sholat Dhuha. Sholat ini termasuk sholat yang sangat dianjurkan (muakkadah). Rasululloh SAW biasa melaksanakannya dengan rutin, menganjurkan dan menekankan keutamaannya.

Saudaraku, apakah anda biasa melaksankan sholat Dhuha? Tanpa harus memuji berlebihan, saya rasa anda akan menjawa ”iya donk!”

Waktu pelaksanaan sholat sunnah ini adalah beberapa saat setelah matahari terbit dan beberapa saat sebelum waktu sholat Dhuhur. Rasululloh SAW bersabda,”Ketika memasuki pagi hari, setiap persendian kalian akan mengandung potensi shodaqah. Setiap tasbih adalah shodaqah, setiap tahmid adalah shodaqah, setiap tahlil adalah shodaqah, dan setiap takbir adalah shodaqah. Setiap perintah untuk berbuat kebajikan adalah shodaqah dan setiap larangan berbuat kejelekan adalah juga shodaqah. Semua itu bisa tergantikan oleh dua rekaat yang dilakukan pada waktu Dhuha.” (HR. Muslim, Abu Dawud dan Imam Ahmad).

Ada sekitar 360 persendian dalam tubuh kita. Jadi, saudaraku mari kita bersedekah sejumlah persendian kita!

Tapi, siapa yang mampu melakukan itu? Puji syukur kehadirat Alloh SWT yang telah mensyariatkan Sholat Dhuha (sebagai gantinya). Dengan sholat ini, kita betul-betul jadi milyuner!!!

Diriwayatkan juga Abu Hurairah, beliau berkata ”Kekasihku (Rasululloh SAW) berpesan tiga hal kepadaku yang tidak akan pernah aku abaikan yaitu agar aku tidak memulai tidur kecuali setelah melakukan sholat Witir, juga agar aku tidak meninggalkan Sholat Dhuha, sebab sholat ini adalah sholatnya ahli-ahli ibadah, dan agar aku melakukan puasa tiga kali dalam sebulan.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, An-Nasai, dan Ahmad).

Saudaraku, jadikan diri anda termasuk orang-orang ahli ibadah. Kerjakanlah sholat Dhuha dengan rajin ….. !!!

Lalu, bagaimana jumlah rekaatnya???

In Sholat Dhuha paling sedikit dilakukan dua rekaat dan paling banyak delapan rekaat. Diriwayatkan dari Ummu Hani’ bahwa Rasululloh SAW biasa melaksanakan shalat Dhuha sebanyak delapan rekaat , dengan melakukan salam setiap dua rekaat.” (HR. Riwayat Bukhari, Muslim, At-Turmudzi, An-Nasai dan Ibnu Majah).

Segala yang sedikit tapi rutin selalu lebih baik daripada banyak tetapi tidak kontinyu. Mulailah dengan dua rekaat akan tetapi terus berkesinambungan. Anda akan meraih sekian banyak shadaqah yang harus anda dermakan.

Source:Ibadatul Mukmin oleh Amru Khalid

One response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s