Musik Bisa Pengaruhi Anak Pakai Narkoba

tidak untuk narkoba

no drug

VIVAnews –

Kamis, 31 Desember 2009, 15:20 WIB

Para peneliti telah menghitung seberapa sering penyanyi atau grup musik dunia mencantumkan beberapa jenis ganja atau obat-obat terlarang dalam lirik lagu-lagu mereka. Dari hasil penghitungan ini ditemukan, remaja yang mendengar lagu-lagu tersebut akan menjadikan lirik tersebut sebagai referensi baru untuk melakukan pendekatan pada obat-obatan terlarang.

Berdasarkan penelitian, semua yang disiarkan atau diputar lewat media bisa dengan mudah diserap oleh anak-anak, dan bisa memberikan pengaruh secara perlahan terhadap perilaku mereka. Terutama anak-anak di usia remaja, mereka sangat mudah dipengaruhi media, mulai dari musik sampai film. Pasalnya, mereka memiliki ciri-ciri kepribadian yang masih berkembang.

Sebuah studi baru meneliti para pengguna ganja yang dikorelasikan dengan musik. Penelitian ini melibatkan sekitar 1.200 siswa SMA di wilayah Pittsburgh, AS. Survey meliputi berbagai pertanyaan tentang informasi demografis, narkoba dan alkohol, nilai agama, dan keterlibatan orang tua. Termasuk dalam survei ada beberapa pertanyaan mendasar tentang kebiasaan mereka mendengarkan musik, dan siapa saja musisi favorit mereka.

Dalam setiap kasus, para peneliti menemukan sejumlah besar variabel yang bisa mempengaruhi remaja menggunakan ganja. Penggunaan ganja ini ternyata bisa dipengaruhi juga karena kelalaian orangtua dalam mengasuh anaknya. Biasanya anak yang kurang perhatian dan kasih sayang orangtuanya akan melakukan petualangan sendiri hingga ia terpengaruh mengonsumsi ganja.

Namun, kini musik menjadi ukuran para peneliti untuk mengetahui sejauh mana pengaruhnya kepada remaja yang akhirnya menjadi pengguna narkoba.Hasil penelitian menunjukkkan, para remaja yang menyaksikan langsung acara musik memiliki peluang dua kali lipat terpengaruh menggunakan ganja dan narkoba lainnya. Asosiasi ini meneliti  melalui analisis multivariasi, yang dikendalikan dan berkontribusi memberi pengaruh potensial lainnya. Sayangnya, hasil penelitian ini dinilai kurang signifikan secara statistik.

Meskipun mengalami keterbatasan studi, namun hasilnya diketahui, perilaku remaja yang mengarah pada penggunaan narkoba ternyata mendapat pengaruh kuat dari media. Mereka mengenal obat-obatan terlarang justru karena adanya ekspos yang terus-menerus lewat media. Sehingga dari perkenalan itu mereka mulai mencoba mengonsumsi sendiri.

Tapi, ada satu cara yang diyakini bisa jadi penangkalnya. Yakni, melalui  program pendidikan mengenali dan menafsirkan pengaruh media pada remaja. Ini mungkin akan lebih efektif jika mereka terfokus mendalami dampak-dampak yang lebih signifikan dari pengaruh media. Untuk itu, remaja juga perlu diajak mengikuti program pendidikan khusus mengetahui dampak media, agar tak mudah terjerumus narkoba.

One response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s