Tak Menyanyi Lagu Kebangsaan, Pemain Muslim Dikeluarkan

adam ljajic

adam ljajic gak mau nyanyi

Pemain tengah Serbia  Adem Ljajic dikeluarkan dari skuad oleh pelatih Sinisa Mihajlovic karena menolak menyanyikan lagu kebangsaan menjelang pertandingan persahabatan dengan Spanyol, asosiasi sepak bola Serbia (FSS) mengatakan.

Asosiasi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pelatih baru Serbia, Sinisa Mihajlovic, memulangkan Ljajic karena ia tidak mematuhi aturan, yang menetapkan pemain harus menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan. Ljajic hanya menundukkan kepalanya saat lagu kebangsaan Serbia dikumandangkan.

Pernyataan itu mengatakan bahwa Ljajic, yang adalah seorang Muslim, tidak menyanyikan lagu “karena alasan pribadinya”. Serbia kalah 2-0 melawan Spanyol di St Gallen di Swiss, Sabtu. Dikutip the Guardian, dari hasil auidiensi FSS dengan Ljajic, terungkap kalau pemain Fiorentina tersebut, tidak mau menyanyikan lagu “karena alasan pribadinya”.  Bisa jadi penolakan pemain kelahiran 29 September 1991 tersebut lantaran karena persoalan prinsip.

Pelatih Serbia Sinisa Mihajlovic menekankan, hukuman kepada Ljajic hanya bersifat sementara. “Dia bisa kembali memperkuat timnas, kalau mau mengubah pendiriannya dan berkenan menyanyikan lagu kebangsaan Serbia,” kata mantan pemain Inter Milan tersebut.

Ljajic, seorang Muslim Slavia dari wilayah Sandzak di selatan Serbia yangberbatasan Bosnia dan Montenegro. Diketahui, selama ini pemerintah Serbia kurang memperhatikan kelompok Muslim yang jumlahnya 3 persen lebih dari total populasi.

Saat tiba di bandara Swiss, Ljajic menjawab pertanyaan wartawan dan mengatakan,
“Saya minta maaf… Saya cinta Serbia, tapi saya harus menghormati kepercayaan saya. Saya selalu ingin bermain untuk negara ini [Serbia]. Pelatih [Mihajlovic] meminta saya untuk menyanyikan lagu nasional, tapi bila anda tak menghormati [kepercayaan] anda sendiri, maka tak ada yang akan menghormati anda.

Serbia yang merupakan sisa pecahan Yugoslavia, pernah bertahun-tahun dilanda konflik etnis dan agama. Luka akibat perang saudara yang dialami orang tua Ljajic dan Ljajic sendiri saat kecil serta diskriminasi pemerintah terhadap umat Islam di Serbia tampaknya masih membekas hingga sekarang.

Sebelumnya pada awal bulan ini, Ljajic juga bentrok dengan mantan pelatihnya Delio Rossi Fiorentina saat pertandingan Serie A di Italia. Delio Rossi memukul Ljajic saat dia mengganti pemain tersebut.

“Dia tidak pernah menyerang keluarga pelatih. Dia mengatakan ‘oke maestro, sungguh pergantian yang bagus’, lalu menyudahinya dengan aplaus,” terang Satmir Ljajic ayahnya kala itu, mengenai kronologis sebelum insiden menghebohkan di pinggir lapangan terjadi. Delio Rossi sendiri akhrinya dipecat oleh pihak klub.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s